Wartabuana.com | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong penguatan seni dan budaya sebagai bagian dari persiapan menuju perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027. Salah satu langkah yang didorong Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, adalah memperluas komunitas paduan suara Swara Jakarta 80 ke seluruh wilayah ibu kota.
Hal tersebut disampaikan Rano Karno saat menghadiri latihan Swara Jakarta 80 di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (16/7). Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan perangkat pengeras suara untuk mendukung aktivitas latihan komunitas tersebut.
Ingin Hadir di Lima Wilayah Kota Jakarta
Rano menilai Swara Jakarta 80 telah berhasil menarik perhatian masyarakat setelah beberapa kali tampil dalam kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Menurutnya, komunitas tersebut mampu menghadirkan hiburan yang dekat dengan warga sekaligus menghidupkan ruang publik Jakarta.
Karena mendapat respons positif, Rano berharap kelompok paduan suara itu dapat berkembang tidak hanya di Jakarta Selatan, tetapi juga di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
“Bila memungkinkan, saya ingin jumlahnya mencapai 1.000 orang agar gaung paduan suara benar-benar terasa,” ujar Rano.
Target Tampil di HUT Ke-500 Jakarta

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan lima abad Jakarta, Rano menargetkan sedikitnya 500 anggota Swara Jakarta 80 tampil di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 2027.
Menurutnya, seni dan budaya akan menjadi elemen penting dalam menyatukan masyarakat Jakarta yang beragam. Berbagai kegiatan lintas budaya dan agama juga telah disiapkan, mulai dari Christmas Carol, perayaan Imlek, parade ogoh-ogoh, Ramadan, Festival Beduk hingga Waisak.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi dan kecintaan masyarakat Jakarta terhadap kotanya,” kata Rano.
Simbol Harmoni dan Kebersamaan
Swara Jakarta 80 merupakan komunitas paduan suara yang beranggotakan alumni lintas SMA se-Jabodetabek angkatan 1980-1989. Komunitas binaan Rano Karno ini dikenal membawakan lagu-lagu populer era 1980-an serta lagu tradisional Betawi dengan sentuhan aransemen modern.
Pemprov DKI berharap keberadaan komunitas ini tidak hanya menjadi wadah berkesenian, tetapi juga simbol kebersamaan dan harmoni warga Jakarta menjelang perayaan bersejarah 500 tahun ibu kota.













