Wartabuana.com — Industri musik Indonesia kembali disentuh karya yang lahir dari ruang paling sunyi. Raisa merilis single terbaru bertajuk “Kuharap Duka Ini Selamanya”, sebuah lagu yang menjadi potret paling personal dalam perjalanan kariernya setelah kehilangan ibunda tercinta.
Lagu ini bukan sekadar tentang kehilangan. Ia adalah refleksi mendalam tentang bagaimana duka dan cinta ternyata tak pernah benar-benar terpisah.
Duka yang tak ingin dilepaskan

Dalam fase kehilangan tersebut, Raisa menyadari satu hal penting: duka tidak pernah benar-benar selesai. Ia tidak hilang, tidak pergi, dan tidak terpisahkan dari diri seseorang yang pernah mencintai dengan sepenuh hati.
Dari ruang perenungan itulah lagu ini lahir—bukan sebagai upaya untuk melupakan, tetapi sebagai cara untuk merangkul kesedihan.
“Awalnya aku pikir duka adalah sesuatu yang harus aku lewati dan tinggalkan. Tapi ternyata, semakin mencoba menghindarinya, semakin saya sadar bahwa di dalam duka itu ada cinta yang sangat besar,” tutur Raisa dalam keterangan tertulis, 13 Februari.
Bagi penyanyi berusia 35 tahun itu, duka kini menjadi ruang tempat kenangan tetap hidup. Ia bukan lagi sekadar rasa kehilangan, melainkan pengingat akan cinta yang pernah begitu utuh.
Lagu reflektif di bulan Ramadan

Raisa juga menyinggung momen Ramadan sebagai waktu yang sarat refleksi dan keheningan. Di bulan penuh kebersamaan itu, absensi orang tercinta terasa semakin nyata.
“Ramadan selalu membuat aku lebih banyak diam dan mengingat. Ada kursi yang kosong, ada suara yang tidak lagi terdengar. Lagu ini aku tulis untuk ruang-ruang sunyi seperti itu,” ungkapnya.
Dalam konteks ini, “Kuharap Duka Ini Selamanya” hadir sebagai teman bagi mereka yang merindukan orang tua, sahabat, atau orang terkasih yang telah tiada.
Kolaborasi musikal yang intim
Dalam proses produksi, Raisa kembali bekerja sama dengan Barsena Bestandhi sebagai vocal director. Sementara untuk pertama kalinya, ia menggandeng Gerald Situmorang sebagai produser.
Sentuhan aransemen yang minimalis namun emosional memperkuat pesan lagu. Vokal Raisa terdengar lebih rapuh, jujur, dan intim—mencerminkan kedalaman makna di setiap liriknya.
Secara tematik, lagu ini menegaskan bahwa kehilangan tidak pernah menghapus cinta. Justru duka menjadi bukti bahwa seseorang pernah mencintai dengan sepenuh hati.
“Lagu ini bukan tentang melupakan atau move on. Ini tentang bagaimana kita berjalan ke depan sambil tetap membawa cinta yang pernah ada,” tegas Raisa.
Duka sebagai bukti cinta

“Kuharap Duka Ini Selamanya” bukan hanya tentang kehilangan seorang ibu. Lagu ini berbicara tentang rindu yang universal—perasaan yang pada waktunya akan dialami setiap orang.
Di tengah tren lagu pop bertema romansa, Raisa memilih jalur yang lebih reflektif dan mendalam. Ia mengajak pendengar menerima bahwa jika rindu masih terasa, itu artinya cinta belum pernah benar-benar pergi.
“Kalau kita masih merasakan rindu, itu artinya cinta itu masih ada. Dan mungkin, itu cara mereka tetap tinggal bersama kita,” tutupnya. (AL / artwork: Ig@juni_records)













