Wartabuana.com — Momentum Lebaran 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi Ibu Kota. Program “Mudik ke Jakarta” yang digagas Gubernur Pramono Anung sukses mendongkrak kunjungan wisata sekaligus meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan.
Lonjakan wisata dan transportasi jadi indikator sukses

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat peningkatan tajam mobilitas masyarakat selama periode Idulfitri. Program “Mudik ke Jakarta” tidak hanya mendorong arus balik ke Ibu Kota, tetapi juga menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata favorit selama libur Lebaran.
Data menunjukkan, jumlah pengguna MRT Jakarta mencapai 135.117 penumpang atau naik sekitar 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, LRT Jakarta mencatat 9.987 penumpang, meningkat sekitar 6 persen.
“Program Mudik ke Jakarta tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan,” ujar Pramono saat menghadiri halalbihalal ASN di Pendopo Balai Kota, Rabu (25/3).
Destinasi wisata Jakarta diserbu pengunjung
Tak hanya transportasi, sektor pariwisata juga ikut terdongkrak. Sejumlah destinasi unggulan dipadati wisatawan selama libur Lebaran.
- Monumen Nasional mencatat 126.790 pengunjung
- Kebun Binatang Ragunan mencapai 222.991 pengunjung
- Ancol Taman Impian dikunjungi sekitar 155.000 wisatawan
Lonjakan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menikmati Jakarta, tidak hanya sebagai pusat aktivitas ekonomi tetapi juga sebagai destinasi rekreasi keluarga.
“Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menikmati Jakarta sebagai destinasi wisata sekaligus kota aktivitas,” kata Pramono.
Transaksi tembus Rp21 triliun, berpotensi capai Rp25 triliun
Dari sisi ekonomi, program ini juga mencatat dampak signifikan. Hingga sebelum Lebaran, nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp21 triliun dan diproyeksikan menembus Rp25 triliun hingga akhir Maret.
Partisipasi daerah lain turut memperkuat capaian ini. Beberapa kota seperti Semarang mencatat transaksi sekitar Rp8 miliar dan Surabaya sekitar Rp6,2 miliar melalui skema promosi program.
Pelayanan publik tetap optimal, WFA-WFO diterapkan
Di tengah lonjakan mobilitas, Pemprov DKI memastikan layanan publik tetap berjalan optimal tanpa gangguan berarti. Tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat selama periode mudik hingga Lebaran.
Sebagai bagian dari masa transisi pascalibur, Pemprov DKI tetap menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja, yakni kombinasi work from office (WFO) dan work from anywhere (WFA).
“Pengaturan ini bertujuan menjaga keberlanjutan layanan publik agar tetap berjalan baik,” ujar Pramono.
Jakarta tetap terbuka, tapi perlu kesiapan
Pramono menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang, bekerja, dan berkontribusi. Namun, ia mengingatkan pentingnya kesiapan individu dalam menghadapi dinamika kota besar.
“Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi harus diimbangi kesiapan dan kapasitas untuk bekerja,” tegasnya.













