Wartabuana.com — Nama Prilly Latuconsina kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Namun kali ini bukan soal film atau bisnisnya, melainkan langkahnya mengaktifkan fitur Open to Work di LinkedIn yang menuai kritik publik. Menyadari kegaduhan yang terjadi, Prilly akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Viral di LinkedIn, Prilly Tuai Kritik Netizen

Beberapa hari terakhir, akun LinkedIn Prilly Latuconsina ramai disorot. Banyak netizen menduga fitur Open to Work tersebut digunakan sebagai bagian dari campaign sebuah brand pasta gigi.
Langkah itu dinilai sebagian masyarakat kurang peka, mengingat kondisi banyak pencari kerja yang tengah berjuang mendapatkan pekerjaan. Kritik pun mengalir deras, membuat isu ini cepat menyebar lintas platform.
Lewat Instagram, Prilly Sampaikan Permintaan Maaf
Pada Selasa (3/2/2026), melalui akun Instagram @prillylatuconsina96, aktris sekaligus pengusaha ini mengunggah video klarifikasi. Dengan nada tenang dan mengenakan kemeja putih, Prilly menyampaikan permintaan maaf secara tulus.
“Aku mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau gak nyaman. Untuk itu aku ingin menyampaikan klarifikasi ini dengan itikad baik sebagai bentuk tanggung jawabku dalam berkomunikasi,” ujar Prilly.
Ia menegaskan bahwa dirinya menyesal jika tindakan tersebut menimbulkan kesalahpahaman dan rasa tidak nyaman di tengah masyarakat.
Akui Kurang Sensitif dan Tidak Berniat Menyakiti
Prilly juga mengakui bahwa posisi dan pengalaman hidupnya tidak sama dengan semua orang, sehingga ia memahami mengapa tindakannya terasa menyakitkan bagi sebagian pihak.
“Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan. Aku tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif, apalagi tidak empati terhadap situasi yang sedang dihadapi banyak orang,” lanjutnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi refleksi pribadi Prilly atas dampak komunikasi publik yang dilakukan figur publik.
Alasan Gunakan Open to Work: Buka Kolaborasi Lintas Industri
Menjawab pertanyaan publik, Prilly menjelaskan bahwa penggunaan fitur Open to Work bertujuan untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri, bukan semata-mata mencari pekerjaan.
“Aku ingin menggunakannya sebagai cara untuk memperluas jejaring profesional, terutama di bidang atau ruang yang sebelumnya belum pernah aku coba,” jelasnya.
Menurut Prilly, LinkedIn baginya adalah ruang profesional yang juga bisa dimanfaatkan untuk belajar dan berkembang.
Akun LinkedIn Hilang, Prilly: Di Luar Kendali Saya
Prilly juga menyinggung soal akun LinkedIn-nya yang sempat menghilang. Ia memastikan hal tersebut terjadi akibat lonjakan aktivitas yang sangat tinggi dan kini masih dalam proses pemulihan.
“Itu di luar kendaliku. Akun mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi dan sampai sekarang masih dalam proses pemulihan,” ungkapnya.
Komitmen Prilly: Lebih Hati-Hati dan Berdampak Positif
Menutup klarifikasinya, Prilly Latuconsina kembali menyampaikan permintaan maaf dan berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang publik. Ia juga menegaskan akan terus terlibat dalam kegiatan dan kerja sama yang membawa dampak positif bagi banyak orang.













