Mbah WP
Mbah WP
NASIONALNEWS

Presiden Prabowo Resmi Tetapkan Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional di Hari Pahlawan 2025

×

Presiden Prabowo Resmi Tetapkan Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional di Hari Pahlawan 2025

Share this article
Oplus_16908288

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh di Istana Negara.

Wartabuana.com – Dalam momentum Hari Pahlawan Nasional 2025, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, Senin (10/11/2025). Penetapan ini langsung menarik perhatian publik karena menandai pengakuan negara terhadap sosok yang selama 32 tahun memimpin Indonesia.

Upacara penganugerahan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta. Presiden Prabowo menyerahkan langsung Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (Tutut Soeharto).

Soeharto dan jejak panjang kekuasaan

Soeharto dikenal sebagai presiden dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Indonesia. Ia naik ke tampuk kekuasaan setelah keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) dan memimpin negara hingga 1998, ketika gelombang Reformasi menandai berakhirnya era Orde Baru. Selama tiga dekade kepemimpinannya, Soeharto dianggap berjasa membangun stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi, namun juga meninggalkan warisan kontroversial berupa tuduhan pelanggaran HAM berat, otoritarianisme, serta praktik KKN (korupsi, kolusi, nepotisme).

Ditetapkan bersama tokoh lain

Selain Soeharto, pemerintah juga menetapkan sembilan tokoh lain sebagai pahlawan nasional tahun 2025, di antaranya Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tokoh Nahdlatul Ulama KH Muhammad Kholil, serta aktivis buruh era Orde Baru Marsinah.

Langkah pemerintah ini dinilai sebagai upaya untuk menyeimbangkan narasi sejarah nasional dengan mengakui jasa tokoh dari berbagai latar belakang politik dan sosial.

Pro dan kontra di masyarakat

Penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional tak lepas dari pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai gelar tersebut layak sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam menjaga stabilitas dan pembangunan nasional. Namun, tak sedikit pula yang menolak, dengan alasan sejarah kelam pelanggaran HAM dan kebijakan represif di masa pemerintahannya.

Meski demikian, keputusan ini menandai momen penting dalam politik memori nasional—di mana negara berusaha menempatkan tokoh kontroversial seperti Soeharto dalam bingkai sejarah yang lebih komprehensif.

Dengan penganugerahan ini, Soeharto kini resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional Indonesia, dua puluh tujuh tahun setelah lengsernya dari kursi presiden pada 1998. (© Al / artwork: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *