Wartabuana.com | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong layanan kesehatan yang inklusif bagi penyandang disabilitas, lansia, dan anak berkebutuhan khusus. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan fasilitas kesehatan di bawah Dinas Kesehatan DKI telah menyediakan akses ramah disabilitas, didukung program Pasukan Putih yang menjangkau warga hingga ke permukiman.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 bertema “Sustaining Inclusion, Empowering, and Futures” di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026).
Layanan Kesehatan Inklusif Jadi Perhatian
Pramono menyebut Jakarta memiliki 31 rumah sakit dan ratusan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah menerapkan layanan ramah disabilitas. Menurutnya, upaya ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
“Tidak banyak provinsi yang kemudian memberikan layanan kesehatan secara penuh kepada penyandang disabilitas,” ujar Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan terus memastikan fasilitas tersebut tidak hanya mudah diakses secara fisik, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas secara optimal.
Pasukan Putih Jangkau Warga hingga Permukiman
Selain fasilitas kesehatan, Pemprov DKI mengandalkan 584 personel Pasukan Putih untuk memberikan pelayanan kepada lansia, penyandang disabilitas, dan anak berkebutuhan khusus.
Petugas tersebut bergerak dari kampung ke kampung untuk mempermudah akses warga terhadap tenaga kesehatan, dokter, hingga layanan ambulans.
Program ini diharapkan membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan mobilitas atau kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.
KemenPPPA Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengembangkan akses inklusif bagi anak-anak.
Ia berharap kolaborasi antara KemenPPPA, Pemprov DKI Jakarta, dan penyelenggara SPEKIX tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut pada pemetaan kebutuhan dan langkah konkret di lapangan.
Arifatul juga memberikan dukungan kepada orang tua yang membesarkan anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, pendampingan dan kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar kebutuhan anak dapat terpenuhi.
Ke depan, keberlanjutan program serta pemerataan akses layanan menjadi faktor penting untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan benar-benar memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan inklusif.













