Wartabuana.com | Masyarakat di berbagai wilayah Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca pada Senin, 2 November 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan disertai petir di sejumlah wilayah.
Prakirawan BMKG, Sastia, menyampaikan informasi tersebut melalui tayangan YouTube. Selain mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi hujan, BMKG juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi awan cumulonimbus yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.
Sumatera dan Jawa Berpotensi Diguyur Hujan
Di Sumatera, hujan ringan berpeluang terjadi di Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, dan Palembang. Banda Aceh serta Pangkal Pinang diprakirakan berawan tebal, sedangkan Bandar Lampung berpotensi mengalami asap atau kabut.
Untuk Pulau Jawa, Jakarta, Serang, dan Bandung berpeluang diguyur hujan ringan. Semarang perlu mewaspadai hujan sedang, sementara Surabaya diprakirakan berawan tebal dan Yogyakarta mengalami udara kabur.
Kalimantan dan Sulawesi Waspadai Hujan Petir
Potensi hujan disertai petir perlu diwaspadai masyarakat di Pontianak, Samarinda, dan Banjarmasin. Sementara itu, Tanjung Selor dan Palangkaraya diprakirakan mengalami hujan ringan.
Di Sulawesi, Manado berpotensi diguyur hujan disertai petir. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Palu, Mamuju, dan Gorontalo, sedangkan Kendari serta Makassar berawan tebal.
Papua hingga Nusa Tenggara, Ini Prakiraannya
Mataram berpotensi mengalami hujan ringan, sementara Kupang diprakirakan berawan. Di Maluku, Ambon berpeluang diguyur hujan ringan dan Ternate berawan tebal.
Untuk wilayah Papua, Jayapura berpotensi mengalami asap atau kabut, Jayawijaya hujan ringan, serta Sorong dan Nabire hujan sedang. Manokwari diprakirakan berawan tebal.
Awan Cumulonimbus Jadi Perhatian Penerbangan
BMKG turut mengingatkan pengguna transportasi udara terhadap potensi awan cumulonimbus di sejumlah kawasan, termasuk Aceh, Sumatera Utara, perairan barat Nias dan Mentawai, serta perairan selatan Banten.
Potensi serupa juga perlu diwaspadai di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Laut Sulawesi bagian tengah, Maluku, hingga sejumlah wilayah Papua.
Awan cumulonimbus dapat memicu turbulensi, hujan lebat, dan kondisi cuaca berbahaya bagi penerbangan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Calon penumpang pesawat juga disarankan memperhatikan informasi dari bandara dan maskapai agar perjalanan tetap terencana dengan baik.












