Wartabuana.com | Di tengah maraknya tren kecantikan yang terus berkembang, perempuan modern kini semakin selektif dalam memilih perawatan diri. Bukan lagi mengejar standar kecantikan yang seragam atau perubahan drastis pada penampilan, melainkan mencari cara untuk tetap tampil segar, percaya diri, dan nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.
Perubahan cara pandang ini juga dirasakan oleh aktris dan penyanyi Mikha Tambayong. Memasuki usia 30-an, perempuan yang telah berkecimpung di industri hiburan sejak remaja itu mengaku memiliki definisi kecantikan yang jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
Pandangan tersebut ia sampaikan saat diperkenalkan sebagai Indonesia Brand Ambassador XERF dalam peluncuran kampanye #YOUtheXERF di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Dari beauty standard menuju self-care yang lebih sadar
Bagi Mikha, hidup di bawah sorotan publik sejak usia 13 tahun membuatnya akrab dengan berbagai standar kecantikan yang berkembang di industri hiburan.
Namun seiring bertambahnya usia dan pengalaman, fokusnya kini bergeser pada perawatan diri yang lebih menyeluruh, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental.
“Aku sudah terekspos dengan industri kreatif dari umur 13 tahun. Beauty standard sudah menjadi sesuatu yang familiar sejak kecil. Sekarang pandangan aku tentang beauty dan lifestyle semakin berubah. Aku jadi lebih conscious dengan apa yang aku lakukan, apa yang aku konsumsi, dan bagaimana aku merawat diri,” ujarnya.
Menurut Mikha, kecantikan saat ini tidak lagi hanya diukur dari penampilan luar. Rasa percaya diri, kenyamanan terhadap diri sendiri, serta kemampuan menjaga keseimbangan hidup justru menjadi faktor yang lebih penting.
Usia 30-an, saat perempuan mulai memilih aging gracefully
Fenomena aging gracefully kini semakin populer di kalangan perempuan urban. Alih-alih berupaya terlihat jauh lebih muda melalui perubahan ekstrem, banyak perempuan memilih merawat diri secara preventif dengan hasil yang natural.
Mikha termasuk salah satu yang menganut prinsip tersebut.
Baginya, memasuki usia 30-an bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Sebaliknya, fase ini menjadi momentum untuk lebih memahami kebutuhan tubuh dan merawat diri secara lebih bijak.
“Beauty sekarang adalah confidence. Kita bangga pada diri sendiri dan tubuh kita sendiri. Untuk bisa percaya diri, kita juga harus mengurus diri kita, baik dari dalam maupun luar,” katanya.
Pandangan ini mencerminkan perubahan tren global yang menempatkan kesehatan kulit, kualitas hidup, dan penerimaan diri sebagai bagian penting dari definisi kecantikan modern.
Perawatan minim downtime jadi pilihan perempuan aktif

Di tengah mobilitas yang tinggi, perempuan masa kini juga semakin mencari solusi kecantikan yang praktis dan tidak mengganggu rutinitas.
Sebagai publik figur dengan jadwal yang padat, Mikha mengaku lebih memilih treatment yang tidak membutuhkan masa pemulihan panjang atau downtime.
Pengalamannya mencoba teknologi lifting dan tightening wajah non-invasif menjadi salah satu contoh bagaimana industri estetika kini beradaptasi dengan kebutuhan gaya hidup modern.
“Aku sebelumnya belum pernah mencoba treatment lifting atau tightening seperti ini. Yang aku rasakan setelah mencoba XERF itu relatif painless, tidak traumatis, dan tidak ada downtime. Setelah treatment malamnya aku masih bisa dinner dan besoknya langsung flight lagi,” ungkapnya.
Menurut Mikha, kemajuan teknologi membuat perawatan estetika tidak lagi identik dengan rasa sakit atau proses pemulihan yang panjang.
“Treatment sekarang ternyata tidak harus selalu sakit atau menyiksa. Teknologinya sudah berkembang dan bisa membuat kita tetap nyaman, cepat, dan langsung kembali beraktivitas,” lanjutnya.
Tren estetika bergeser ke hasil natural dan autentik
Perubahan preferensi konsumen ini juga diamati oleh pelaku industri kecantikan dan estetika di Indonesia.
Head of idsMED Aesthetics Indonesia, Marisa Theresia, mengatakan masyarakat kini semakin menginginkan hasil perawatan yang natural dan tidak mengubah karakter wajah.
Karena alasan itulah Mikha Tambayong dinilai mewakili sosok perempuan Indonesia modern yang aktif, percaya diri, dan tetap mempertahankan identitas dirinya.
“Mikha adalah figur perempuan Indonesia yang original. Dia tetap menjadi dirinya sendiri, hanya versi yang lebih fresh, youthful, dan confident. Itu sangat selaras dengan filosofi kami, yaitu enhancing, not changing,” ujar Marisa.
Pesan tersebut kemudian menjadi inti dari kampanye #YOUtheXERF yang mengangkat tema kepercayaan diri, autentisitas, dan graceful aging melalui pendekatan teknologi estetika modern.
Industri kecantikan semakin mengikuti ritme hidup masyarakat urban
Sementara itu, Vice President idsMED Aesthetics Indonesia, Andy Rahardja, melihat meningkatnya minat terhadap treatment minim downtime sebagai refleksi gaya hidup masyarakat saat ini.
Menurutnya, baik perempuan maupun laki-laki modern ingin tetap merawat penampilan tanpa harus mengorbankan produktivitas sehari-hari.
“Sekarang banyak perempuan dan laki-laki sibuk yang ingin tetap merawat diri tanpa mengganggu aktivitas. Mereka mencari treatment dengan minimum downtime dan bisa langsung kembali bekerja,” jelas Andy.
Tren ini menunjukkan bahwa masa depan industri kecantikan tidak hanya bertumpu pada hasil estetika semata, tetapi juga pada kenyamanan, efisiensi, dan pengalaman perawatan yang sesuai dengan ritme hidup masyarakat modern.
Pada akhirnya, kecantikan masa kini tampaknya tidak lagi berbicara tentang menjadi orang lain. Sebaliknya, kecantikan justru hadir ketika seseorang mampu menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri—lebih sehat, lebih percaya diri, dan tetap autentik.





