Wartabuana.com | Keputusan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah terus memicu perhatian publik. Setelah kritik datang dari putra sulungnya, Frank Alexander Hutapea, kini psikolog sekaligus figur publik Lita Gading turut mempertanyakan konsistensi pernyataan sang pengacara.
Melalui akun Instagram pribadinya, Lita Gading menyoroti pernyataan Hotman yang mengaku tidak mengejar bayaran saat mendampingi Febrie Adriansyah. Ia membandingkan pernyataan tersebut dengan komentar Hotman dalam perkara yang pernah menyeret nama mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim.
Menurut Lita, publik berhak bersikap kritis terhadap setiap pernyataan tokoh publik, terutama yang berkaitan dengan proses hukum. Ia juga mempertanyakan anggapan bahwa kedekatan dengan pejabat dapat memengaruhi penegakan hukum serta mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pencitraan.
Kritik Beruntun dari Orang Terdekat
Lihat postingan ini di Instagram
Sebelum Lita Gading, Frank Hutapea lebih dulu mengungkapkan kekecewaannya melalui Instagram Story. Ia mengkritik keputusan ayahnya menangani perkara Febrie Adriansyah dan menilai citra kepedulian terhadap masyarakat selama ini lebih banyak menjadi bagian dari strategi personal.
Di sisi lain, Hotman Paris telah mengonfirmasi dirinya ditunjuk sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah dan menyatakan pendampingan tersebut tidak didasarkan pada kepentingan materi. Penunjukan itu pun memunculkan beragam respons di ruang publik, sementara proses hukum yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah masih terus berjalan.













