Mbah WP
Mbah WP
SELEBRITIS

Kirana Larasati Kecewa Berat Usai Bayar Rp14,5 Juta Nonton F4, Malah Lebih Sering Lihat Punggung Idolanya

×

Kirana Larasati Kecewa Berat Usai Bayar Rp14,5 Juta Nonton F4, Malah Lebih Sering Lihat Punggung Idolanya

Share this article

Wartabuana.com | Kegembiraan menyaksikan idola tampil langsung seharusnya menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Namun bagi Kirana Larasati, momen yang ditunggu-tunggu justru berubah menjadi pengalaman yang meninggalkan rasa kecewa setelah ia rela merogoh kocek hingga belasan juta rupiah demi menonton konser reuni F4 bertajuk F-FOREVER di Indonesia Arena, Jakarta.

Alih-alih menikmati penampilan idolanya dari dekat, aktris tersebut justru mengaku lebih sering menyaksikan bagian belakang para personel selama konser berlangsung.

Tiket Belasan Juta, Harapan Besar Berujung Kecewa

 

Melalui unggahan video di media sosial pribadinya, Kirana Larasati menceritakan pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya saat menghadiri konser F-FOREVER hari kedua.

Ia mengungkapkan telah membeli tiket kategori premium yang berada di kisaran Rp14 juta hingga Rp14,5 juta. Dengan harga tersebut, Kirana berharap mendapatkan pengalaman eksklusif, terutama kesempatan menyaksikan idolanya dari jarak lebih dekat.

Kita willing bayar segitu supaya bisa lihat lebih dekat dan dapat interaksi lebih,” ungkap Kirana.

Namun ekspektasi itu ternyata tidak berjalan sesuai harapan.

Panggung 360 Derajat Malah Jadi Sorotan

Konsep panggung 360 derajat yang digunakan dalam konser justru menjadi titik utama kekecewaan Kirana. Menurutnya, desain panggung tersebut membuat beberapa area penonton mengalami keterbatasan pandangan.

Bukannya menikmati ekspresi para personel F4 secara langsung, Kirana mengaku lebih sering melihat sisi belakang mereka selama pertunjukan berlangsung.

Zonk! Kita dapat punggung terus,” keluhnya.

Bahkan, Kirana mengeklaim sekitar 80 persen jalannya konser akhirnya hanya ia nikmati melalui layar raksasa di arena.

Kalau enggak, kita enggak bisa ngelihat langsung, cuma lihat punggung atau muka sampingnya aja,” ujarnya.

Bagi penonton yang membayar tiket dengan harga premium, pengalaman tersebut tentu menjadi sorotan tersendiri. Sebab, salah satu alasan utama membeli kategori tiket mahal biasanya adalah akses visual yang lebih optimal.

Kondisi Penonton Dinilai Kurang Tertib

Kekecewaan Kirana ternyata tak berhenti pada persoalan tata letak panggung. Ia juga menyinggung kondisi area penonton yang menurutnya kurang tertib.

Beberapa penonton disebut nekat berdiri di atas kursi bahkan bergerak mendekati area panggung demi memperoleh sudut pandang yang lebih baik.

Situasi itu dinilai semakin mengganggu karena petugas keamanan dianggap kurang responsif dalam mengatur situasi.

Security diam aja. Enggak mengatur, enggak menghalangi. Jadi makin ketutup,” katanya.

Kondisi tersebut membuat kenyamanan menonton semakin berkurang dan menambah rasa frustrasi selama pertunjukan berlangsung.

Pilih Pulang Sebelum Konser Berakhir

Rasa kecewa yang menumpuk akhirnya membuat Kirana mengambil keputusan yang cukup mengejutkan. Ia memutuskan meninggalkan lokasi konser sekitar 20 menit sebelum acara selesai.

Sebelum menutup videonya, ia juga sempat memberikan peringatan kepada penonton lain yang akan menempati area serupa pada konser berikutnya.

“Buat yang nonton di tribun VVIP, brace yourself. Kemungkinan kalian enggak bisa lihat kalau koreografinya masih belum diubah,” ujarnya.

Ramai Diperdebatkan Warganet

Curahan hati Kirana Larasati langsung memantik perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet ikut membahas efektivitas penggunaan panggung 360 derajat, terutama terkait pemerataan pengalaman visual bagi seluruh penonton.

Sebagian menilai konsep tersebut memang memberikan kesan megah dan lebih interaktif. Namun di sisi lain, tidak sedikit yang berpendapat bahwa tata letak seperti itu perlu perhitungan lebih matang agar seluruh penonton, terutama pemegang tiket premium, memperoleh pengalaman yang sepadan dengan harga yang dibayarkan.

Perdebatan ini kembali mengingatkan bahwa dalam sebuah konser berskala besar, pengalaman penonton bukan hanya ditentukan oleh siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga bagaimana keseluruhan pengalaman itu dirancang sejak awal.

[Sr / Foto: Ig@kiranalarasati]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *