Mbah WP
Mbah WP
MUSIK

Idgitaf Rilis Album Kedua ‘Berusaha di Bawah Hujan’, Ungkap 4 Fase Emosi dari Cinta hingga Penerimaan Diri

×

Idgitaf Rilis Album Kedua ‘Berusaha di Bawah Hujan’, Ungkap 4 Fase Emosi dari Cinta hingga Penerimaan Diri

Share this article

Wartabuana,com — Penyanyi Idgitaf kembali menunjukkan kematangan musikal dan emosionalnya lewat album kedua bertajuk Berusaha di Bawah Hujan, yang resmi dirilis dengan membawa warna baru dalam perjalanan kariernya. Album ini tidak sekadar kumpulan lagu, tetapi juga potret refleksi diri tentang cinta, kehilangan, hingga proses menerima hidup apa adanya.

Idgitaf Tawarkan Cerita Emosi Lewat 12 Lagu

Album Berusaha di Bawah Hujan menjadi karya penuh kedua dari penyanyi bernama asli Gita tersebut. Album ini berisi 12 lagu yang dirangkai seperti perjalanan emosional bertahap, menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih naratif dan personal.

Dalam pernyataannya, Idgitaf menyebut album ini sebagai refleksi hidup yang terbagi dalam empat fase emosi: mulai dari menemukan cinta yang menyembuhkan, menikmati kebahagiaan, menghadapi konflik dan keraguan, hingga akhirnya belajar menerima dan bertahan di tengah “hujan” kehidupan.

Eksplorasi Musik Pop-Country yang Lebih Hangat

Dari sisi musikal, Berusaha di Bawah Hujan menampilkan eksplorasi baru dengan sentuhan country yang dipadukan dengan karakter pop hangat khas Idgitaf. Perpaduan ini memberi nuansa lebih dewasa sekaligus intim di sejumlah lagu.

Beberapa track yang menonjol di antaranya adalah “Sedia Aku Sebelum Hujan” dan “Mungkin di Depan Buram”, yang memperkuat atmosfer reflektif dalam album tersebut.

Kolaborasi dengan Dere di “Setengah Langit”

Salah satu sorotan utama album ini adalah kolaborasi Idgitaf dengan penyanyi Dere dalam lagu “Setengah Langit”. Lagu ini menghadirkan dimensi emosional yang lebih dalam, terutama dalam membicarakan perspektif perempuan terhadap kebahagiaan dan kehidupan.

Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya warna musik, tetapi juga membawa pesan reflektif tentang pentingnya tidak terjebak pada standar kebahagiaan orang lain.

Proses Kreatif Intens Sejak 2025

Album ini dikerjakan dalam proses panjang dan intens, dimulai sejak Februari 2025 hingga April 2026. Idgitaf menggandeng sejumlah produser seperti Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, Michael Rodovan, Ricco, Rama Harto, hingga Luthfi Adianto.

Kerja sama tersebut memperkuat eksplorasi musikal dalam album, sekaligus memperdalam kualitas produksi yang terasa lebih matang dibanding karya sebelumnya.

Refleksi Pribadi dan Perjalanan Cinta

Lebih dari sekadar karya musik, album ini juga menjadi ruang refleksi pribadi Idgitaf, termasuk perjalanan emosional bersama pasangannya. Setiap lagu dikemas dengan pendekatan jujur, menghadirkan dinamika perasaan yang dekat dengan kehidupan banyak orang.

Idgitaf berharap pendengar dapat merasakan spektrum emosi yang lengkap—mulai dari sukacita, kesedihan, hingga keputusasaan—yang ia tuangkan dalam album ini.

Kesuksesan ‘Satu-Satu’ Jadi Titik Percaya Diri

Sebelumnya, Idgitaf mencuri perhatian publik lewat lagu “Satu-Satu” dari album Mengudara yang viral di media sosial. Lagu tersebut berhasil meraih jutaan streaming dan menjadi salah satu karya yang memperkuat posisinya di industri musik Indonesia.

Kesuksesan itu menjadi modal kepercayaan diri bagi Idgitaf untuk terus mengeksplorasi karya yang lebih personal dan emosional dalam album terbarunya ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *