Mbah WP
Mbah WP
RAGAM

Grand Final YAPMI 2025 Rayakan 45 Tahun Pencetak Model Muda Berbakat, Angkat Budaya Nusantara ke Panggung Modeling

×

Grand Final YAPMI 2025 Rayakan 45 Tahun Pencetak Model Muda Berbakat, Angkat Budaya Nusantara ke Panggung Modeling

Share this article

Pemenang Generasi Budaya Indonesia Top Model 2025 yang di selenggarakan YAPMI

Wartabuana.com – Dunia modeling Indonesia kembali menunjukkan geliatnya lewat penyelenggaraan Grand Final Generasi Budaya Indonesia Top Model 2025 yang digelar Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI). Ajang bergengsi yang sudah hadir selama 45 tahun ini menjadi bukti bahwa pembinaan model di Tanah Air terus berkembang, kini dengan misi lebih besar: memperkuat identitas budaya Nusantara melalui dunia modeling.

Bertempat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), ratusan peserta dari berbagai provinsi tampil memperebutkan gelar terbaik dengan mengusung tema “Penguatan Budaya Nusantara Melalui Dunia Modeling.” Acara berlangsung meriah dan sarat nilai budaya, menjadikan kompetisi ini bukan sekadar adu penampilan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan wawasan.

Model diukur tak hanya dari catwalk, tapi juga karakter dan komunikasi

Sebagai ajang yang menekankan pembinaan berkelanjutan, para peserta dinilai dari berbagai sisi: teknik catwalk, kepercayaan diri, kemampuan public speaking, hingga pemahaman budaya. YAPMI menegaskan bahwa seorang model masa kini harus berwawasan luas, komunikatif, dan mampu membawa nilai-nilai positif sebagai representasi daerahnya.

Juara kategori putra: Muhammad Adri Alfarizi banggakan DKI Jakarta

Perwakilan DKI Jakarta, Muhammad Adri Alfarizi, berhasil menyabet gelar Juara Maskot Putra. Ia menyampaikan rasa bangganya bisa mengharumkan nama daerah asalnya.

Gelar ini sangat membanggakan buat saya. Ini akan saya bawa ke mana pun saya tampil nanti bersama Kak Afni,” ujarnya.

Alfarizi juga memberi pesan penuh semangat untuk peserta lain agar terus berlatih dan meningkatkan kemampuan komunikasi.

Jericha Athanasia Mari Nae dari NTT, sapu empat gelar sekaligus

Sorotan utama kategori peragawati jatuh kepada Jericha Athanasia Mari Nae dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencetak prestasi luar biasa:
Maskot Peragawati, Anti Narkoba, Top Model Maskot, dan Favorit.

Jericha mengaku tak menyangka bisa meraih banyak gelar.

Awalnya aku nggak berharap jadi maskot, tapi ternyata banyak juri memilih aku. Kaget, tapi sangat senang,” ujarnya.

Ia juga menyadari tugas besar yang menantinya sebagai maskot YAPMI 2025–2026.

Kategori Mom and Kids: Rusliana & Margaret, pasangan ibu-anak yang mencuri perhatian

Kategori Mom and Kids menjadi salah satu yang paling emosional. Pasangan ibu-anak Rusliana Lumban Raja dan Margareth Nathania Siambaton berhasil meraih Maskot Mom and Kids Kategori B dan The Best Favorite.

Rusliana menyampaikan rasa syukurnya:

Puji Tuhan, saya bersyukur anak saya terpilih sebagai maskot. Terima kasih kepada Pak Iwan atas didikan dan gemblengannya. Kalau bukan karena itu, Margaret tidak akan menjadi apa-apa.”

Sang putri, Margaret, ikut membagikan perjuangannya:

Latihannya serius banget, makin lama makin semangat. Semua usaha akhirnya terbayar.”

Modeling sebagai wadah karakter dan budaya generasi muda

Melalui Grand Final ini, YAPMI menegaskan kembali perannya sebagai lembaga profesional yang fokus pada pembinaan karakter, disiplin, dan wawasan budaya, tak hanya penampilan. Ajang ini menjadi bukti bahwa modeling dapat menjadi medium pelestarian budaya sekaligus panggung perkembangan talenta muda dari seluruh Indonesia.

Acara ditutup dengan prosesi pengukuhan para juara yang akan menjalankan peran sebagai duta dan maskot YAPMI selama setahun ke depan dalam berbagai kegiatan resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *