Mbah WP
Mbah WP
FILM

Film Alas Roban Angkat Horor Sunyi Jalur Legendaris Pantura, Tayang 15 Januari 2026

×

Film Alas Roban Angkat Horor Sunyi Jalur Legendaris Pantura, Tayang 15 Januari 2026

Share this article

Wartabuana.com — Legenda kelam Alas Roban kembali dihidupkan, kali ini bukan sekadar sebagai jalur ikonik di pesisir utara Jawa, melainkan sebagai ruang sinematik yang menguji psikologi penonton lewat film horor berjudul Alas Roban. Film arahan sutradara Hadrah Daeng Ratu ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Januari 2026, menawarkan teror yang tidak bising, namun perlahan menghantui.

Alih-alih mengandalkan horor instan, Alas Roban memilih pendekatan horor sunyi dengan memanfaatkan mitos kolektif yang telah lama hidup di benak masyarakat. Kawasan Alas Roban sendiri sejak lama dikenal menyimpan cerita ganjil, terutama di kalangan sopir lintas kota dan penumpang bus malam.

Mitos yang Hidup di Benak Banyak Oran

Kabut yang turun tiba-tiba, rasa tidak nyaman tanpa sebab, hingga larangan-larangan tak tertulis menjadi bagian dari narasi yang diwariskan lintas generasi. Semua elemen tersebut menjadi fondasi utama cerita dalam film ini.

Alas Roban menyimpan banyak sejarah dan misteri. Jalur ini dikenal sebagai salah satu lintasan paling angker di Jawa,” ujar Hadrah Daeng Ratu saat pemutaran perdana film di Epicentrum XXI, Jakarta.

Menurutnya, film ini tidak menjual ketakutan melalui kejutan berlebihan, melainkan membangun rasa cemas dari pengalaman batin para karakter yang perlahan tertekan oleh situasi.

Rasa Takut yang Seragam, Pengalaman yang Berbeda

Hadrah menjelaskan, kekuatan mitos Alas Roban justru terletak pada keseragaman rasa yang dialami banyak orang.

Tidak semua orang mengalami kejadian yang sama, tapi banyak yang membawa pulang perasaan serupa setelah melintas. Ada yang merasa diikuti, ada yang merasa dipanggil, meski sudah keluar dari kawasan itu,” jelasnya.

Dalam film Alas Roban, berbagai larangan mistis—seperti tidak melintas tepat tengah malam, tidak menatap spion terlalu lama, hingga tidak menanggapi suara dari hutan—dihadirkan sebagai tekanan psikologis yang terus menggerogoti karakter. Mitos tidak sekadar menjadi tempelan cerita, melainkan berubah menjadi “aturan hidup” yang perlahan mengikat.

Horor Psikologis, Bukan Sekadar Jumpscare

Rasa takut tidak selalu datang dari jumpscare. Ia tumbuh dari karakter, trauma, dan pengalaman psikologis mereka. Mitos Alas Roban sendiri sudah menjadi legenda milik banyak orang,” tegas Hadrah, menandaskan pendekatan horor yang ia pilih.

Pendekatan ini membuat Alas Roban tampil sebagai film horor Indonesia yang lebih reflektif, memancing kegelisahan penonton bahkan setelah layar gelap.

Riset Lapangan Sejak 2023

Sementara itu, produser Oswin B mengungkapkan bahwa pengembangan cerita film ini memakan waktu panjang sejak 2023. Tim produksi melakukan riset langsung ke lokasi Alas Roban, menyusuri jalur tersebut siang dan malam.

Kami berkali-kali mengubah cerita setelah bertemu warga setempat dan melakukan observasi langsung. Banyak detail yang tidak bisa ditemukan hanya lewat diskusi di meja,” kata Oswin.

Dengan riset mendalam dan pendekatan horor psikologis yang kuat, Alas Roban digadang-gadang menjadi salah satu film horor Indonesia 2026 yang menawarkan pengalaman berbeda—sunyi, perlahan, namun membekas lama di ingatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *