Wartabuana.com | Tumpukan sabut kelapa yang sebelumnya dianggap limbah justru menjadi pintu bagi Iga Analusya untuk membangun usaha sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga pesisir Padang.
Perempuan 32 tahun itu mengembangkan Farilla Craft, usaha kerajinan yang mengolah sabut kelapa menjadi tas, dompet, pot, hingga berbagai dekorasi bernuansa natural.
Berawal dari Pelatihan, Berkembang Bersama PNM Mekaar
Ide tersebut muncul setelah Iga mengikuti pelatihan pengolahan sabut kelapa pada 2021. Ia melihat potensi besar dari limbah yang banyak ditemukan di kawasan tempat tinggalnya.
“Kita lihat limbah sabut kelapa itu tidak dimanfaatkan, padahal potensinya besar,” ujar Iga.
Bersama suaminya yang berperan sebagai desainer produk, Iga kemudian mengembangkan usaha tersebut. Perkembangan signifikan terjadi setelah ia bergabung dengan PNM Mekaar pada akhir 2023.
Modal awal Rp3 juta digunakan untuk membeli bahan baku sehingga produksi tidak lagi bergantung pada datangnya pesanan. Seiring pertumbuhan usaha, plafon pinjamannya kini mencapai Rp8,5 juta.
Farilla Craft bahkan mampu memproduksi hingga 100 pensil dalam sekali produksi. Untuk pesanan dalam jumlah besar, pengerjaannya dapat membutuhkan waktu sekitar tiga minggu.
Libatkan hingga 20 Pengrajin dari Lingkungan Sekitar
Pertumbuhan Farilla Craft tidak hanya berdampak pada Iga dan keluarganya. Usaha tersebut kini melibatkan sekitar 15 hingga 20 pengrajin, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga di lingkungan pesisir.
Iga juga mendapatkan wawasan baru melalui program Mekaarpreneur 2026. Ia berhasil masuk dalam 120 besar dan memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan usaha berbasis teknologi serta strategi pemasaran melalui media sosial.
“Kalau jadi orang biasa mungkin PNM itu ya cuma untuk pinjaman saja. Tapi setelah kita ada di dalamnya, kita jadi lihat ada hal lain yang jauh lebih bermanfaat,” katanya.
Ingin Rangkul Anak Putus Sekolah
Bagi Iga, pengembangan usaha bukan sekadar meningkatkan produksi. Ia ingin Farilla Craft menjadi ruang bagi lebih banyak warga untuk mendapatkan kesempatan berkarya.
Ke depan, ia berharap dapat memperluas galeri sekaligus merangkul lebih banyak ibu rumah tangga dan anak putus sekolah di kawasan pesisir Padang agar memiliki kesempatan untuk belajar dan bekerja.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menyebut perjalanan Iga menunjukkan bahwa modal dapat menjadi awal dari pemberdayaan yang lebih luas ketika disertai ketekunan dan pendampingan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya PNM melalui #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM untuk memperluas dampak pemberdayaan nasabah dan mengembangkan pelaku usaha unggulan.













