Wartabuana.com — Setelah lama tak terdengar merilis karya solo, Ady—eks vokalis NAFF—kembali menyapa pendengar dengan single religi bertajuk “Berbisik Lirih”. Lagu ini menandai fase baru perjalanan musikalnya dengan pendekatan yang lebih personal, hening, dan kontemplatif.
Kembali dengan jalur independen

Nama Ady melekat kuat di ingatan publik sejak kesuksesan lagu “Akhirnya Ku Menemukanmu” yang menjadi salah satu anthem pop Indonesia era 2000-an. Kini, ia memilih kembali lewat jalur independen dengan merilis “Berbisik Lirih” di bawah label miliknya sendiri, Adyctivity.
Langkah ini menunjukkan arah baru sang musisi: lebih intim secara musikal sekaligus lebih bebas secara kreatif. “Berbisik Lirih” hadir bukan sekadar sebagai single religi musiman, melainkan karya reflektif yang lahir dari proses perenungan personal.
Lagu religi tanpa nada menggurui
Berbeda dari banyak lagu religi yang cenderung normatif, “Berbisik Lirih” justru mengedepankan pendekatan emosional yang lembut.
Alih-alih menghadirkan pesan dakwah secara frontal, Ady memilih membingkai lagu ini sebagai:
ungkapan kerinduan
jarak batin manusia
keinginan untuk kembali
Pendekatan ini membuat lagu terasa lebih manusiawi dan mudah diterima lintas pendengar.
Makna spiritual yang intim dan puitis

Dalam lagu ini, Ady memaknai “berbisik lirih” sebagai metafora doa—sesuatu yang lahir dari keheningan hati, bukan dari suara yang lantang.
Sementara frasa yang bernuansa romantis dimaksudkan sebagai simbol dialog batin antara manusia dan Tuhan. Sosok Ilahi dihadirkan bukan sebagai entitas yang jauh dan menakutkan, melainkan sebagai kehadiran yang menenangkan dan penuh kasih.
Pendekatan spiritual-romantis ini menjadi kekuatan utama lagu karena:
terasa hangat
emosional
dekat dengan pengalaman personal pendengar
Dirancang universal dan inklusif
Ady secara sadar membangun “Berbisik Lirih” sebagai karya yang universal. Lagu ini tidak dibatasi oleh latar keyakinan tertentu, melainkan dimaksudkan sebagai refleksi batin yang bisa dirasakan siapa pun.
Dengan nuansa lembut dan lirik yang kontemplatif, single ini berpotensi menjadi teman refleksi bagi pendengar yang sedang berada dalam fase pencarian makna atau ingin kembali mendekat secara spiritual.
Harapan Ady: jadi teman pulang
Melalui “Berbisik Lirih”, Ady berharap lagunya dapat menjadi ruang teduh—sekaligus pengingat bahwa sejauh apa pun manusia merasa tersesat, selalu ada jalan untuk kembali.
Single ini bukan hanya penanda comeback, tetapi juga pernyataan artistik bahwa musik religi bisa hadir dengan cara yang lebih hangat, jujur, dan menyentuh hati. (IB / artwork : Tangkapan Youtube ADYCTIVITY)













