Mbah WP
Mbah WP
MUSIK

Cloudy rilis “Arti Cinta” di Hari Valentine 2026, Sentuhan Klasik Berlin Bertemu Rasa Indonesia

×

Cloudy rilis “Arti Cinta” di Hari Valentine 2026, Sentuhan Klasik Berlin Bertemu Rasa Indonesia

Share this article

Wartabuana.com — Industri musik Indonesia kembali menghadirkan warna baru di momen Hari Valentine 2026. Penyanyi dan penulis lagu Cloudy resmi merilis single “Arti Cinta”, versi terbarunya dari lagu populer yang sebelumnya dibawakan Ari Lasso.

Dirilis tepat 14 Februari 2026, lagu ini menjadi penanda langkah serius Cloudy memasuki panggung arus utama.

Peluncuran single tersebut diperkenalkan dalam konferensi pers di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta, Sabtu (14/2/2026), di hadapan rekan media, pelaku industri, serta tim produksi yang terlibat.

Arti cinta dalam balutan aransemen minimalis kontemporer

“Arti Cinta” merupakan karya cipta Ari Lasso dan Ricky FM yang telah lebih dulu dikenal publik. Dalam versi Cloudy, lagu ini dihadirkan dengan aransemen minimalis dan sentuhan kontemporer, tanpa menghilangkan kekuatan emosional yang menjadi ruh utamanya.

Alih-alih menambah ornamen berlebihan, Cloudy memilih pendekatan yang lebih intim. Vokalnya tampil jernih dan terukur, memberi ruang bagi lirik untuk berbicara langsung kepada pendengar. Strategi ini membuat “Arti Cinta” terasa relevan bagi generasi baru, sekaligus tetap akrab bagi penikmat versi sebelumnya.

Dulu saya terlalu memikirkan aturan. Sekarang saya membiarkan rasa yang berjalan lebih dulu,” ujar Cloudy dalam sesi konferensi pers.

Dari Berlin ke Indonesia: perjalanan mencari identitas musikal

Cloudy, yang memiliki nama lengkap Claudius Syiwabetara Widjanarko, menempuh pendidikan musik klasik di Berlin, Jerman. Ia mendalami karya komposer besar seperti Ludwig van Beethoven dan Richard Wagner.

Fondasi klasik tersebut membentuk kedisiplinan komposisi dan ketelitian teknis dalam bermusik. Namun, pengalaman panjang di Eropa juga membawanya pada fase pencarian identitas.

Ia menyebut masa itu sebagai “krisis ruang antara”, ketika dirinya berada di persimpangan nilai Timur dan Barat. Perfeksionisme yang ketat sempat membuatnya terjebak dalam standar teknis, sebelum akhirnya ia menemukan keseimbangan antara struktur dan rasa.

Kembali ke Indonesia, menurutnya, bukan sekadar strategi karier, melainkan proses pulang untuk menyelami kembali akar budaya. Ia datang sebagai “murid” yang ingin belajar dari para maestro musik Tanah Air, khususnya dalam memahami unsur “rasa” yang menjadi kekuatan khas musik Indonesia.

Diproduksi serius, didukung label besar

Single “Arti Cinta” diproduksi oleh Nur Satriatama di bawah naungan Prabawa Entertainment Indonesia, dengan dukungan distribusi dari Aquarius Musikindo. Proses produksi berlangsung sejak Oktober 2025, meliputi tahap rekaman, mixing, mastering, hingga pengembangan visual untuk memperkuat narasi emosional lagu.

Eksekutif Produser Farida Widjanarko menilai Cloudy sebagai musisi muda dengan visi yang jelas. Ia menyebut Cloudy tidak sekadar hadir sebagai penyanyi baru, melainkan sebagai musisi dengan konsep dan identitas artistik yang terarah.

Terinspirasi Chrisye, membangun komunitas pendengar

Dalam proses kreatifnya, Cloudy juga mengaku terinspirasi oleh Chrisye. Baginya, almarhum Chrisye adalah contoh musisi yang mampu menghadirkan kualitas berstandar internasional tanpa kehilangan identitas lokal.

Di tengah maraknya lagu cinta yang cenderung linear dan instan, Cloudy membingkai “Arti Cinta” sebagai refleksi lintas generasi. Ia memaknai cinta bukan sekadar gairah masa muda, melainkan perjalanan menuju kedewasaan dan perenungan.

Melalui single ini, Cloudy menegaskan komitmennya untuk membangun basis pendengar yang lebih dari sekadar penggemar. Ia ingin menghadirkan komunitas yang merayakan identitas Indonesia melalui musik—memadukan disiplin klasik Eropa dengan kehangatan rasa Nusantara.

Dengan langkah tersebut, Cloudy berpotensi menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan dalam lanskap musik Indonesia 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *