Wartabuana.com | Mimpi meraih kehidupan lebih baik di ibu kota tak selalu berjalan mulus. Kisah tersebut menjadi napas utama Sukses Jaya, film drama komedi terbaru produksi SKAK Studios bersama SinemArt yang kini resmi memasuki tahap produksi.
Disutradarai sekaligus diproduseri Bayu Eko Moektito alias Bayu Skak bersama produser Ricky R Setiawan, film ini menghadirkan cerita tentang ambisi, persahabatan, cinta, dan keluarga melalui kehidupan para perantau di Jakarta.
Tokoh utama, Iman (Bayu Skak), merupakan kuli bangunan asal Malang yang telah lima tahun mengadu nasib di Jakarta. Terobsesi mengubah kehidupannya, Iman bersama Sutris (Nopek Novian) dan Kojek (Yusril Fahriza) mendapat proyek pembangunan patung dari Boim.
Saat Kebaikan Tak Selalu Berujung Baik
Proyek yang awalnya dianggap sebagai kesempatan membuktikan kemampuan justru menyeret Iman ke berbagai persoalan. Ambisinya perlahan membuat hubungan dengan orang-orang yang selama ini berarti dalam hidupnya mulai renggang.
Bayu Skak mengatakan karakter Iman menjadi gambaran tentang para pekerja perantauan yang membawa nilai dan keyakinan dari daerah asal ketika menghadapi kerasnya kehidupan kota besar.
Menurutnya, menjadi orang baik tetap penting, tetapi harus dibarengi kecerdasan membaca situasi agar kebaikan tidak dimanfaatkan pihak lain.
Sukses Jaya juga menawarkan kekuatan pada perpaduan bahasa Indonesia dan Jawa. Ricky R Setiawan menyebut unsur komedi dan kedaerahan merupakan bagian dari identitas kreatif SKAK Studios.
Dibintangi Lintas Generasi

Selain Bayu Skak, film ini diperkuat Firza Valaza yang juga berperan sebagai comedy consultant. Elvira Davinamira, Denny Caknan, Bella Bonita, Arief Didu, Joshua Suherman, Cak Kartolo, Brandon Salim, dan Riyuka Bunga turut bergabung.
David S. Suwarto selaku Executive Producer menilai film ini menarik karena mengangkat perjuangan pekerja Jawa yang merantau dan bertahan hidup di Jakarta dengan sentuhan komedi khas Bayu Skak.
Dengan durasi sekitar 110 menit dan berlatar Jakarta pada 2026, Sukses Jaya tak hanya menawarkan tawa. Film ini membawa gagasan bahwa kesuksesan bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga tentang kejujuran, solidaritas, dan orang-orang yang tetap bertahan menemani perjalanan hidup.













