Wartabuana.com — Industri musik Indonesia kembali diramaikan karya emosional yang menyentuh relung hati. Penyanyi muda berbakat, Awdella, resmi merilis single terbarunya bertajuk “Aku Juga Manusia” di bawah naungan Inspire Music, Jumat (13/2/2026) di Kemang, Jakarta Selatan.
Bukan sekadar lagu patah hati, “Aku Juga Manusia” menjadi refleksi getir tentang toxic relationship—hubungan yang perlahan menggerus harga diri dan membuat seseorang kehilangan jati dirinya sendiri.
Potret pahit bertahan dalam hubungan yang menyakitkan

Lewat lagu ini, Awdella memotret realitas seorang perempuan yang terus bertahan meski disakiti dan diabaikan. Harapan akan perubahan yang tak kunjung datang justru menjadi jerat emosional yang menyakitkan.
“Lagunya tentang hubungan yang nyakitin kita. Ini hubungan toksik yang intinya cuma nyakitin sampai kita tuh kehilangan diri sendiri, tapi kita tetap bertahan di situ,” ujar Awdella dengan nada emosional.
Penyanyi jebolan Indonesian Idol itu menegaskan, banyak orang memilih bertahan karena percaya waktu dan kesabaran dapat memperbaiki keadaan. Namun kenyataannya, luka emosional justru menumpuk dan menciptakan ketimpangan dalam mencintai.
Tema ini terasa relevan dengan banyak pendengar, terutama generasi muda yang mulai sadar pentingnya kesehatan mental dalam hubungan.
Lagu yang “aku banget”

Single ini ditulis oleh BIANCADIMAS, yang dinilai mampu menerjemahkan emosi Awdella secara utuh. Sejak sesi workshop pertama, Awdella langsung merasa terhubung dengan lagu tersebut.
“Mulai dari notasi, lirik, sampai vibe-nya, ini aku banget,” ungkapnya.
Proses kreatifnya pun terbilang singkat namun intens. Workshop dilakukan selama dua hari, proses rekaman hanya satu hari, dan mixing serta mastering rampung dalam sehari. Meski cepat, Awdella memastikan setiap detail emosinya tersampaikan dengan matang.
Menariknya, lagu ini dipilih langsung oleh Awdella dari beberapa materi yang tersedia. Ia terlibat aktif sejak tahap awal produksi, bahkan menunjukkan peran lebih sebagai produser yang ikut mengawal arah musikal dan konsep visual.
Berdamai dengan masa lalu

Yang membuat lagu ini terasa autentik adalah kedekatan personal Awdella dengan ceritanya. Ia mengaku pernah berada dalam hubungan yang membuatnya “kehilangan diri sendiri”.
“Aku pernah ada di fase itu. Tapi sekarang aku sudah nggak di situ. Aku memilih kebahagiaan aku,” tuturnya.
Lirik seperti “semoga aku bisa menemukan bahagia seperti kamu dulu mencintaiku” terdengar sederhana, namun menyimpan luka sekaligus penerimaan. Sebuah afirmasi bahwa setiap orang berhak bahagia tanpa harus mengorbankan jati diri.
Saat proses rekaman, Awdella berusaha tetap profesional. Meski begitu, ada momen ketika ingatan lama kembali hadir. Ia menjiwai lagu tersebut seolah kembali berada di fase tersebut—tanpa benar-benar tenggelam di dalamnya.
Transformasi musikal Awdella
Di tengah maraknya lagu romansa klise, “Aku Juga Manusia” tampil sebagai karya reflektif yang lebih dewasa. Ini bukan hanya tentang ditinggalkan, melainkan tentang keberanian keluar dari relasi manipulatif dan memilih pemulihan diri.
Dengan produksi yang ringkas namun terarah, konsep visual simbolis, serta keterlibatan penuh dalam proses kreatif, Awdella menunjukkan transformasi karier yang signifikan. Ia tak lagi sekadar penyanyi, melainkan storyteller yang menyuarakan pengalaman banyak orang.
Single ini sekaligus menjadi penanda bahwa musik dapat menjadi ruang aman untuk berdamai dengan masa lalu—dan pengingat bahwa setiap orang, seperti judul lagunya, juga manusia. (IB / artwork: IB)













