SELEBRITIS

Agatha Chelsea Kuliah di Harvard dan MIT, Dalami Neurosains

0
×

Agatha Chelsea Kuliah di Harvard dan MIT, Dalami Neurosains

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | Agatha Chelsea kembali mencuri perhatian, bukan lewat dunia hiburan, melainkan perjalanan akademiknya yang semakin mengesankan. Setelah resmi menjadi mahasiswa magister di Harvard University, aktris sekaligus penyanyi itu kini mendapat kesempatan mengambil kelas di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Kabar tersebut dibagikan Agatha melalui Instagram pada Selasa (8/9/2026). Ia mengunggah foto kartu mahasiswa serta momen ketika berada di area kampus MIT.

Kesempatan tersebut diperoleh melalui program cross-registration, yang memungkinkan mahasiswa Harvard mengambil mata kuliah tertentu di MIT. Agatha mengaku antusias, meski dihadapkan pada satu masalah: terlalu banyak kelas menarik yang ingin dicoba.

One thing I’m especially excited about this year is getting to cross-register at MIT! There are so many classes I want to take and things I want to try,” tulis Agatha.

Kembali ke Akar Neurosains

 

Menariknya, pilihan Agatha untuk mendalami bidang STEM di MIT bukan tanpa alasan. Ia kembali mengeksplorasi neurosains, bidang yang sudah menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sejak kuliah sarjana.

Agatha sebelumnya menyelesaikan Bachelor of Science di University of Melbourne pada 2022 dengan fokus neuroscience dan psychology. Kini, ia kembali memperluas pengetahuannya, termasuk dengan mempelajari neuroteknologi.

At MIT, I’m going back to my neuroscience roots by exploring more STEM-focused topics including neurotechnology!” ungkapnya.

Sementara di Harvard Graduate School of Education, Agatha menempuh program Learning Design, Innovation, and Technology (LDIT). Fokus studinya mencakup desain pembelajaran, teknologi pendidikan, inovasi sosial, hingga pengembangan pengalaman belajar.

Dua Kampus, Dua Perspektif

Bagi Agatha, belajar di Harvard dan MIT secara bersamaan memberikan pengalaman akademik yang unik. Ia dapat melihat perbedaan pendekatan dalam proses belajar sekaligus mempertemukan dua bidang yang selama ini diminatinya: neurosains dan pendidikan.

Agatha pun menyadari tidak semua kelas yang diinginkannya bisa diambil dalam waktu satu tahun. Karena itu, menentukan prioritas menjadi tantangan tersendiri.

Meski begitu, kesempatan menjadi bagian dari komunitas Harvard dan MIT membuatnya masih takjub.

Chelsea kecil pasti akan sangat senang sampai tidak percaya,” tulisnya.

Perjalanan Agatha menunjukkan bahwa dunia hiburan bukan menjadi satu-satunya ruang baginya untuk berkembang. Dari neuroscience, neuroteknologi, hingga inovasi pendidikan, ia terus memperluas cakrawala sekaligus membawa pengalaman akademiknya ke arah yang semakin beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *