METRO

Tanggul Kali Angke 90 Persen, Warga Kembangan Harap Bebas Banjir

0
×

Tanggul Kali Angke 90 Persen, Warga Kembangan Harap Bebas Banjir

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | Harapan warga Kembangan Utara, Jakarta Barat, untuk terbebas dari ancaman banjir mulai menemukan titik terang. Pembangunan tanggul Kali Angke Segmen Permata Buana kini telah mencapai 90 persen dan diharapkan mampu mengurangi risiko luapan air saat hujan deras.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung perkembangan proyek tersebut pada Selasa (3/11). Pembangunan sepanjang 2,057 kilometer ini merupakan bagian dari JakTirta Project yang dilaksanakan pada periode 2025–2026.

Perkuat Aliran Sungai, Tangani Empat Segmen

Pramono menjelaskan, proyek pembangunan prasarana dan sarana Kali Angke Permata Buana terbagi menjadi empat segmen. Masing-masing memiliki panjang 661 meter, 597 meter, 683 meter, dan 116 meter.

Pekerjaan utama meliputi pemasangan turap atau sheet pile untuk memperkuat tebing sungai sekaligus mendukung kelancaran aliran air menuju hilir.

Infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas tampungan air dan menekan potensi banjir di Kecamatan Kembangan, terutama Kelurahan Kembangan Utara yang berada di sepanjang aliran Kali Angke.

Warga Menaruh Harapan Banjir Tak Lagi Berulang

Progres pembangunan yang hampir rampung mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Ketua RW 11 Kembangan Utara, Ganda Setia Kurnia, mengaku warga antusias karena tanggul tersebut telah lama dinantikan.

Menurutnya, banjir yang kerap melanda permukiman membuat keberadaan infrastruktur pengendali banjir ini sangat berarti bagi masyarakat.

Ia berharap setelah pembangunan selesai, kawasan permukiman warga tidak lagi mengalami banjir seperti sebelumnya.

Peninjauan proyek turut dihadiri Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, serta sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI.

Dengan progres mencapai 90 persen, penyelesaian tanggul Kali Angke kini menjadi perhatian warga. Namun, efektivitas infrastruktur tersebut dalam mengurangi banjir nantinya juga akan bergantung pada kelancaran aliran sungai dan pemeliharaan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *