METRO

Pemprov DKI Tutup JLNT Antasari Tiap Akhir Pekan, Mulai 14 November 2026

0
×

Pemprov DKI Tutup JLNT Antasari Tiap Akhir Pekan, Mulai 14 November 2026

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah tegas untuk menekan aksi balap liar di Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan. Mulai 14 November 2026, akses jalan tersebut akan ditutup secara berkala setiap akhir pekan pada tengah malam hingga dini hari.

Kebijakan ini diberlakukan setiap Jumat malam hingga Sabtu dini hari serta Sabtu malam hingga Minggu dini hari, tepatnya pukul 00.00–04.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan pemasangan portal merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta setelah adanya laporan masyarakat mengenai aktivitas balap liar di kawasan tersebut.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya bertujuan mencegah balap liar, tetapi juga meningkatkan keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan rasa aman bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Lima Titik Akses JLNT Antasari Dipasangi Portal

Pemasangan portal dilakukan oleh Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan bersama Polres Metro Jakarta Selatan. Terdapat lima titik yang menjadi lokasi penutupan, yakni:

  1. Jalan masuk Masjid Al Itushom.

  2. Jalan keluar Pasar Cipete.

  3. Jalan masuk Blok M.

  4. Jalan keluar depan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

  5. Jalan masuk depan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

Penutupan perdana akan diawali apel pengamanan pada Jumat, 13 November 2026, pukul 22.00 WIB, di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

Petugas selanjutnya memasang portal yang dilengkapi barier dan kerucut lalu lintas untuk mengarahkan kendaraan yang masih berada di JLNT agar keluar melalui jalur yang tersedia.

Sosialisasi Digelar Sebelum Penutupan

Sebelum kebijakan diterapkan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi pada 30 Oktober hingga 13 November 2026. Informasi disampaikan melalui pemasangan spanduk di 10 titik serta publikasi media sosial.

Selama masa sosialisasi, petugas gabungan tetap menggelar patroli bergerak setiap akhir pekan pada waktu yang sama dengan jadwal penutupan.

Masyarakat, khususnya pengguna JLNT Antasari, diimbau memperhatikan jadwal tersebut dan menyesuaikan rute perjalanan agar tidak terganggu saat kebijakan mulai diberlakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *