Wartabuana.com | PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperluas kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan dengan menanam 5.850 bibit pohon endemik di tujuh wilayah Indonesia. Melalui program PNM Peduli bertajuk Green Impact, perusahaan berupaya memulihkan ekosistem, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Program penghijauan tersebut dilaksanakan di Malang, Semarang, Banyuwangi, Magelang, Banjarnegara, Aceh, dan Subang. Berbagai jenis tanaman lokal dipilih, antara lain pinus, cemara, edelweis, anggrek gunung, saninten, puspa, picis atau brasan, serta beringin.
Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan, keberhasilan penghijauan tidak cukup diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga dari keberlangsungan pertumbuhan tanaman dan manfaatnya bagi lingkungan maupun masyarakat.
Menurutnya, PNM melibatkan komunitas lokal, pengelola kawasan, pemerintah desa, serta instansi terkait agar kegiatan penghijauan berjalan berkelanjutan.
Tanam Pohon di Lereng Gunung, Jaga Sumber Air

Salah satu kegiatan dilakukan di lereng Gunung Raung, Banyuwangi, tepatnya di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru. Di kawasan tersebut, PNM menanam 1.000 bibit yang terdiri atas 500 cemara, 200 durian, dan 300 alpukat.
Selain membantu menjaga kawasan resapan air dan habitat flora-fauna, penanaman durian dan alpukat diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Sementara itu, di kawasan Gunung Prau, Banjarnegara, PNM menyalurkan 500 bibit pohon endemik melalui kegiatan penanaman di Basecamp Dwarawati, Desa Dieng Kulon, Kamis (22/10).
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, menyampaikan bahwa keberadaan pohon berperan penting dalam menjaga ketersediaan air tanah, mencegah erosi, menyerap emisi karbon, serta menghasilkan oksigen.
Monitoring Setiap Enam Bulan
Agar manfaat penghijauan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, PNM menerapkan pemantauan setiap enam bulan di seluruh lokasi penanaman. Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman dan memastikan program berjalan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Green Impact 7 Summit Attack PNM 2026, yang menggabungkan aktivitas pendakian sejumlah puncak tertinggi Indonesia dengan aksi penanaman pohon.
Melalui kolaborasi bersama masyarakat dan nasabah, PNM berharap program tersebut tidak hanya memperkuat pelestarian lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap ekosistem dan mendorong terciptanya manfaat sosial-ekonomi jangka panjang.












