SELEBRITIS

Jennifer Coppen Kecewa, Bisnis Donatnya Diejek Netizen Malaysia

0
×

Jennifer Coppen Kecewa, Bisnis Donatnya Diejek Netizen Malaysia

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | Bisnis kuliner Jennifer Coppen tengah menjadi sorotan setelah produknya mendapat ulasan negatif dari seorang warganet Malaysia. Tak tinggal diam, influencer sekaligus aktris tersebut akhirnya menyampaikan kekecewaannya melalui Threads. Bukan sekadar soal rasa donat yang dikritik, Jennifer juga menyoroti cara seseorang memperlakukan usaha yang sedang dirintisnya.

Persoalan bermula ketika akun Threads @ahdeq._ mengunggah foto dirinya bersama kotak donat Ch*wys, merek kue milik Jennifer Coppen yang belakangan ramai diperbincangkan.

 

 

Lihat di Threads

 


Dalam unggahannya, akun tersebut membandingkan produk Ch*wys dengan merek donat lain menggunakan komentar bernada mengejek.

“Im Donut tak sedap? Samalah, ni (Chwys) pun tak sedap,” tulis akun tersebut.

Jennifer Coppen Soroti Cara Netizen Mengkritik Bisnisnya

 

 

Lihat di Threads

 


Unggahan tersebut memancing beragam reaksi. Sebagian warganet menganggap konsumen berhak menyampaikan pendapat mengenai produk yang dibeli. Namun, ada pula yang menilai kritik sebaiknya disampaikan secara lebih konstruktif.

Perdebatan semakin ramai setelah sejumlah pengguna Threads mengaku telah mencicipi produk tersebut dan memberikan penilaian pribadi mengenai rasanya.

Jennifer kemudian ikut angkat bicara. Ia mengaku heran dengan tindakan seseorang yang datang ke gerainya, tetapi justru menjadikan kunjungan tersebut sebagai bahan candaan di media sosial.

“Bingung sama cewek-cewek cantik tapi hatinya jahat. Datang ke Ch*wys, basically just to make fun of it dan make a post about it,” tulis Jennifer.

Pesan Jennifer soal Perjuangan Membangun Usaha

Tak berhenti di situ, Jennifer menyampaikan pesan yang lebih emosional. Ia berharap orang yang mengkritik bisnisnya tidak perlu merasakan sulitnya membangun usaha dengan banyak karyawan yang menggantungkan penghasilan.

“Semoga rezekimu selalu dilancarkan. Semoga kamu enggak pernah kekurangan dan merasakan yang namanya merintis usaha dengan banyaknya karyawan yang bergantung pada usahamu, lalu bisnismu dijelek-jelekkan di media sosial,” tambahnya.

Ungkapan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah warganet. Mereka menilai ulasan negatif bukanlah sesuatu yang harus dilarang, tetapi penyampaiannya perlu memperhatikan etika.

Peristiwa ini kembali memunculkan perbincangan mengenai batas antara kritik konsumen dan tindakan mengejek pelaku usaha. Sebab, ulasan jujur tetap menjadi hak pembeli, sementara masukan yang jelas dan sopan dapat membantu pemilik bisnis melakukan evaluasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *