Wartabuana.com | Penyanyi Andien Aisyah membuktikan bahwa kesuksesan di industri hiburan bisa membawa dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program Sekolah Anak Percaya, Andien telah menghadirkan lima titik sekolah gratis di Jakarta dan sekitarnya demi membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Di balik gerakan sosial tersebut, tersimpan pesan sederhana dari mendiang sang ayah, Didik Hariadi, yang terus dipegang Andien sejak awal meniti karier. Nasihat itu mengajarkannya bahwa keberhasilan bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga harus membawa manfaat bagi orang lain.
Pesan Mendiang Ayah yang Mengubah Cara Pandang Andien
Andien masih mengingat pesan sang ayah yang memintanya untuk tidak melupakan sedekah ketika mencapai kesuksesan.
“Dien, sebenarnya kamu itu diberikan berkah banget lho sama Allah. Kalau orang lain mau sedekah mungkin harus ngeluarin uang, tapi kalau kamu tinggal senyum aja itu udah sedekah, karena orang senang disenyumin sama kamu,” kenang Andien.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa profesinya sebagai penyanyi bukan sekadar jalan untuk meraih popularitas. Bagi Andien, kesempatan yang dimilikinya juga merupakan amanah untuk membantu sesama.
Lima Titik Sekolah Gratis, Jangkau Anak-Anak di Jakarta dan Sekitarnya
Lihat postingan ini di Instagram
Hingga Oktober 2026, Sekolah Anak Percaya telah menjangkau lima lokasi, yakni Kampung Pemulung di Pondok Kopi, Jakarta Timur; Joglo, Jakarta Barat; Jurang Mangu, Tangerang Selatan; Rawa Bebek, Jakarta Timur; serta Kampung Apung di Muara Angke, Jakarta Utara.
Lokasi kelima di Kampung Apung menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas akses pendidikan. Kawasan permukiman yang dihuni masyarakat, termasuk pekerja pengupas kerang, tersebut menghadapi persoalan akses pendidikan dan risiko anak putus sekolah.
Pendirian sekolah di Muara Angke juga membutuhkan proses pendekatan selama sekitar satu tahun, sejak Oktober 2025. Andien dan pihak terkait berupaya membangun kepercayaan warga sekaligus memahami kebutuhan belajar anak-anak setempat.
Berawal dari Royalti NFT hingga Hasil Konser
Menariknya, pendanaan Sekolah Anak Percaya turut memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Sekolah pertama di Pondok Kopi yang berdiri pada 2022 dibangun menggunakan keuntungan dari royalti lagu yang dijual dalam bentuk Non-Fungible Token (NFT).
Nama Sekolah Anak Percaya sendiri terinspirasi dari lagu Andien berjudul Percaya, yang dirilis pada masa pandemi Covid-19.
Dukungan berikutnya juga berasal dari aktivitas bermusik Andien. Sebagian hasil penjualan tiket konser Suarasmara: 25 Years of Musical Celebration, yang digelar pada 15 November 2025, dialokasikan untuk pengembangan sekolah di Muara Angke.
Pendidikan Jadi Jalan Membuka Mimpi Anak-Anak

Bagi Andien, tujuan Sekolah Anak Percaya bukan hanya memberikan kesempatan belajar, melainkan juga memperluas pandangan anak-anak tentang masa depan. Ia ingin mereka mengetahui bahwa ada banyak pilihan profesi dan jalan hidup di luar lingkungan yang selama ini mereka kenal.
Meski menghadapi tantangan sosial dan keraguan dari sejumlah pihak, Andien memilih untuk terlibat langsung dalam mencari jalan keluar.
“Jika memang belum ada solusinya, saya ingin menjadi bagian dari solusi itu,” tegasnya.
Langkah Andien menjadi pengingat bahwa kontribusi sosial dapat dimulai dari kemampuan yang dimiliki setiap orang. Baginya, kesuksesan sejati bukan semata-mata tentang pencapaian karier, melainkan juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan orang lain.
[Al / Ft: @andien]











