Wartabuana.com | Kepemimpinan baru Polri mendapat catatan positif dari Ketua Dewan Nasional Setara Institute, Hendardi. Ia menilai slogan “Polisi Bersama Masyarakat” berpotensi menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan kepolisian dengan warga sekaligus menegaskan kembali karakter Polri sebagai institusi sipil dalam negara demokratis.
Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto dan Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Widada, perubahan paradigma tersebut dinilai tidak cukup berhenti pada pergantian slogan. Implementasinya dalam pelayanan, penegakan hukum, dan interaksi sehari-hari dengan masyarakat akan menjadi ukuran penting.
“Ini langkah berani untuk mengembalikan khitah Polri sebagai pengawal nilai-nilai sipil. Polri harus menjadi institusi yang humanis, demokratis, dan dekat dengan rakyat,” ujar Hendardi kepada wartawan, Jumat (10/10), sebagaimana dikutip dalam keterangan yang disampaikan.
Bukan Sekadar Slogan, Kedekatan dengan Warga Harus Dibuktikan
Menurut Hendardi, hubungan polisi dan masyarakat perlu terus diperkuat agar jarak yang selama ini dirasakan sebagian warga dapat dijembatani. Narasi kebersamaan, menurutnya, dapat menjadi modal sosial untuk membangun hubungan yang lebih terbuka dan saling percaya.
Namun, kepercayaan publik tidak terbentuk hanya melalui pesan komunikasi. Konsistensi perilaku aparat, transparansi, akuntabilitas, serta penanganan laporan masyarakat juga menjadi aspek penting dalam mewujudkan kepolisian yang humanis dan demokratis.
Karena itu, slogan “Polisi Bersama Masyarakat” akan memiliki arti lebih kuat apabila diterjemahkan ke dalam kebijakan dan praktik yang dirasakan langsung oleh warga.
Independensi Polri Jadi Ujian Kepemimpinan Baru
Di balik apresiasinya, Hendardi mengingatkan bahwa kepemimpinan baru Polri menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama dalam menjaga independensi institusi dari intervensi politik.
“Ujian terbesarnya adalah menjaga independensi Polri dari intervensi politik. Jika konsisten, kepercayaan publik akan kembali menguat,” tegasnya.
Catatan tersebut menempatkan independensi, profesionalisme, dan akuntabilitas sebagai pekerjaan penting bagi kepemimpinan baru. Pada akhirnya, keberhasilan perubahan paradigma Polri tidak hanya diukur dari slogan yang diusung, tetapi juga dari konsistensi institusi dalam menjalankan tugas sesuai hukum dan melayani masyarakat secara adil.













