Wartabuana.com | Kepemimpinan baru Polri di bawah Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Nasional Setara Institute, Hendardi. Narasi “Polisi Bersama Masyarakat” dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat kembali peran kepolisian sebagai pelindung masyarakat dan pengawal nilai-nilai sipil.
Namun, di balik apresiasi tersebut, Hendardi mengingatkan bahwa pembenahan Polri masih menghadapi pekerjaan rumah besar, terutama dalam menjaga soliditas institusi dan menghadapi potensi intervensi politik dari luar.
“Polisi Bersama Masyarakat” Dinilai Jadi Langkah Korektif

Hendardi menilai slogan yang diusung Kapolri Suyudi Ario Seto bersama Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Widada bukan sekadar narasi komunikasi, melainkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat orientasi pelayanan kepolisian kepada publik.
Menurutnya, Polri perlu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas, sekaligus memastikan kewenangan kepolisian tidak digunakan sebagai alat kepentingan kekuasaan.
“Langkah Kapolri Suyudi Ario Seto dengan tagline Polisi Bersama Masyarakat adalah koreksi penting. Ini mengembalikan Polri ke jati dirinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, bukan alat kekuasaan,” ujar Hendardi di Jakarta.
Pandangan tersebut menyoroti pentingnya hubungan yang lebih kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Soliditas dan Intervensi Politik Jadi Tantangan
Meski memberikan apresiasi, Hendardi menegaskan bahwa perubahan arah kepemimpinan perlu diikuti dengan langkah nyata dan konsisten di lingkungan kepolisian.
Ia mengingatkan Polri agar tetap solid menghadapi berbagai tantangan eksternal, termasuk dinamika politik dan potensi intervensi dari luar institusi.
Tantangan tersebut menjadi penting karena profesionalisme kepolisian tidak hanya diukur dari slogan atau pernyataan pimpinan, tetapi juga dari pelaksanaan tugas yang berorientasi pada kepentingan publik.
Ke depan, konsistensi kepemimpinan, independensi institusi, dan kualitas pelayanan akan menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Apresiasi Hendardi pun menjadi pengingat bahwa narasi “Polisi Bersama Masyarakat” perlu diterjemahkan menjadi praktik yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.











