EKONOMI

LRT Jabodebek Makin Diminati, Pengguna Tembus 21,8 Juta

0
×

LRT Jabodebek Makin Diminati, Pengguna Tembus 21,8 Juta

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | LRT Jabodebek semakin menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian. Tak hanya melayani mobilitas pekerja pada hari kerja, moda transportasi ini mulai banyak dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas pada akhir pekan dan hari libur nasional.

Data Januari hingga Agustus 2026 mencatat LRT Jabodebek melayani 21.809.797 pengguna, meningkat 19,04 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 18.320.640 pengguna.

Penumpang Hari Kerja Naik Hampir 20 Persen

Kenaikan paling terlihat pada hari kerja. Rata-rata pengguna LRT Jabodebek selama Januari-Agustus 2026 mencapai 114.759 orang per hari, naik 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 95.732 orang.

Pada Agustus 2026 saja, rata-rata pengguna hari kerja mencapai 112.192 orang per hari. Angka tersebut meningkat 10,5 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat 101.538 pengguna per hari.

Secara bulanan, jumlah pengguna pada Agustus 2026 mencapai 2.730.450 orang, tumbuh 7,16 persen dari 2.547.972 pengguna pada Agustus 2025.

Akhir Pekan Tak Lagi Sepi

Menariknya, pertumbuhan juga terjadi pada akhir pekan dan hari libur nasional. Pada Agustus 2026, rata-rata pengguna mencapai 49.900 orang per hari, naik 6,1 persen dari 47.020 pengguna pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan fungsi LRT Jabodebek semakin berkembang. Masyarakat tidak hanya memanfaatkannya untuk berangkat dan pulang kerja, tetapi juga menuju pusat aktivitas, bertemu keluarga, mengakses fasilitas publik, hingga melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain.

Tiga Stasiun Catat Kenaikan Aktivitas

Pertumbuhan mobilitas juga tercermin dari aktivitas tap in dan tap out di sejumlah stasiun.

Di Stasiun Kampung Rambutan, tap in meningkat 20,4 persen menjadi 65.363, sedangkan tap out naik 21,3 persen menjadi 63.203.

Stasiun Jatimulya juga mencatat kenaikan tap in 12 persen menjadi 151.628 dan tap out 9 persen menjadi 142.916. Sementara di Stasiun Harjamukti, tap in tumbuh 11,7 persen menjadi 320.366 dan tap out meningkat 9,6 persen menjadi 325.199.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik semakin beragam.

“Yang lebih penting adalah bagaimana perjalanan mereka bisa berlangsung dengan lebih mudah dan nyaman,” ujar Radhitya.

Konektivitas Jadi Kunci

LRT Jabodebek juga berperan sebagai bagian dari perjalanan antarmoda. Stasiun Dukuh Atas BSI terhubung dengan Commuter Line, KA Bandara, MRT Jakarta, dan TransJakarta.

Sementara Stasiun Cikoko terkoneksi dengan Commuter Line dan TransJakarta. Adapun Stasiun Halim memberikan akses langsung menuju layanan kereta cepat Whoosh.

Pertumbuhan pengguna ini menjadi sinyal bahwa kebutuhan transportasi publik di kawasan Jabodebek terus berkembang. Tantangannya kini bukan hanya menjaga jumlah penumpang, tetapi memastikan perjalanan antarmoda tetap mudah, nyaman, dan terintegrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *