Wartabuana.com | Rumah produksi Forka Films resmi memperkenalkan trailer dan poster Empat Musim Pertiwi, film terbaru sutradara Gadis Kretek, Kamila Andini. Mengusung eksplorasi visual yang luas dan pendekatan lintas genre, film ini dijanjikan menghadirkan pengalaman sinematik berbeda di layar lebar.
Film yang memiliki judul internasional Four Seasons in Java tersebut akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Putri Marino Pulang ke Tanah Kelahiran

Empat Musim Pertiwi mengikuti perjalanan Pertiwi yang diperankan Putri Marino. Setelah puluhan tahun meninggalkan tanah kelahirannya, Pertiwi memutuskan pulang dan kembali berhadapan dengan orang-orang dari masa lalunya.
Mereka membawa kenangan dari berbagai “musim” kehidupan Pertiwi, mulai dari masa-masa indah hingga pengalaman yang paling menyakitkan.
Poster film menampilkan Pertiwi sebagai sosok perempuan yang telah melewati berbagai fase kehidupan dan kini bersiap menghadapi kembali segala sesuatu yang pernah ditinggalkannya.
Bagi Putri, memerankan Pertiwi bukan pekerjaan mudah. Ia bahkan mendapat sejumlah referensi dari Kamila untuk membangun karakter tersebut, termasuk novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi.
“Di sini, aku diminta untuk menjadi seseorang yang seperti sudah mati di dalamnya, dingin,” ujar Putri.
Kamila Andini Eksplorasi Genre Sci-Fi

Film ini menjadi ruang baru bagi Kamila untuk mengeksplorasi keresahan melalui pendekatan cross-genre. Salah satu elemen yang menjadi pengalaman baru baginya adalah fiksi ilmiah atau sci-fi.
Kamila mengaku sejak lama menyukai film-film sci-fi. Namun, menurutnya, genre tersebut baru terasa tepat untuk digunakan dalam menyampaikan perjalanan Pertiwi dan orang-orang di sekitarnya.
Menariknya, ide Empat Musim Pertiwi sebenarnya telah dikembangkan sejak 2017, jauh sebelum Gadis Kretek dan Before, Now & Then. Putri Marino bahkan telah diproyeksikan sebagai pemeran Pertiwi sejak awal pengembangan.
Film ini sekaligus mempertemukan kembali tim Gadis Kretek, yakni Kamila Andini, Ifa Isfansyah, Putri Marino, dan Arya Saloka.
World Premiere di Toronto, Lanjut ke Busan

Ambisi Empat Musim Pertiwi tidak berhenti di Indonesia. Film ini akan menjalani world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 pada September.
Film tersebut kemudian dijadwalkan tampil di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 dalam program A Window On Asian Cinema, bersamaan dengan periode penayangan di bioskop Indonesia.
Skala produksinya juga menjadi salah satu yang terbesar bagi Forka Films. Syuting dilakukan hampir seluruhnya di kawasan Bromo dengan lokasi permukiman, persawahan hingga area berpasir yang membutuhkan logistik besar.
Film ini merupakan ko-produksi enam negara: Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Empat Musim Pertiwi juga mendapat representasi internasional dari Goodfellas, agen penjualan film asal Prancis yang dikenal menangani film-film auteur untuk perjalanan festival internasional.
Selain Putri Marino dan Arya Saloka, film ini dibintangi Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, dan Totos Rasiti.
Kini, perjalanan Pertiwi menuju tanah kelahirannya siap disaksikan penonton Indonesia. Empat Musim Pertiwi tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026.













