Wartabuana.com | Sherina Munaf tak hanya menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan dari jauh. Penyanyi sekaligus aktris tersebut terbang ke Kalimantan Tengah untuk melihat langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus membantu proses pemadaman.
Perjalanan Sherina bahkan diwarnai kendala akibat asap tebal. Dalam unggahannya di Instagram, ia mengungkapkan penerbangannya dari Jakarta sempat tertunda karena jarak pandang yang terbatas saat pesawat akan mendarat.
Asap juga terasa hingga ke dalam kabin. Sherina mengaku langsung mengenakan masker setelah merasakan kondisi udara yang membuatnya tidak nyaman.
Bawa Logistik dan Semangat untuk Petugas

Setibanya di Palangka Raya, Sherina langsung menemui tim Dinas Kehutanan dan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.
Bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), ia membawa bantuan logistik sekaligus memberikan dukungan kepada petugas yang telah berhari-hari bekerja menangani kebakaran.
“Yang bekerja susah payah ikut memadamkan api. Aku memberikan semangat dan juga beberapa bantuan logistik,” ujar Sherina.
Ikut Padamkan Bara di Kawasan Konservasi

Sherina kemudian turun langsung ke kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Galaget Tiawu bersama tim BKSDA Kalteng. Ia ikut membantu memadamkan bara yang kembali muncul setelah sebelumnya api berhasil dikendalikan.
Menurut Sherina, proses tersebut tidak mudah. Asap yang tebal membuat jarak pandang terbatas dan menguras tenaga. Tim BKSDA disebut telah melakukan pemadaman selama delapan hari, namun bara kembali menyala pada Selasa (1/9/2026).
Karhutla juga terjadi tak jauh dari Universitas Palangka Raya. Titik kebakaran disebut hanya berjarak sekitar 200 meter dari gedung Fakultas MIPA. Sherina turut menyambangi dan membantu mahasiswa yang ikut menangani bara api.
Sebelum melanjutkan aksi di lapangan, Sherina juga mengunjungi BOSF untuk melihat kondisi sekolah orangutan.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Sherina terhadap lingkungan dan satwa, sekaligus dukungan moral bagi mereka yang terus bekerja di tengah kepungan asap untuk mencegah karhutla semakin meluas.













