Wartabuana.com | Dugaan perundungan yang dialami Ayma Nabila menjadi perhatian publik setelah keluarga meminta pihak sekolah menangani persoalan tersebut secara serius. Putri praktisi kesehatan tradisional Chandra Wahyu dan influencer Sylvia Nabila itu disebut mengalami perubahan kondisi psikologis usai insiden yang diduga terjadi di lingkungan sekolah.
Keluarga Minta Klarifikasi dan Perlindungan

Didampingi kuasa hukum Ekky Zakiah Aziz, S.H. dan Siti Rohayati, S.H., M.H., kedua orang tua Ayma mendatangi SMA Perguruan Cikini, Jakarta Selatan, untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong penyelesaian yang adil dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.
Sylvia Nabila mengungkapkan putrinya mulai tampak murung, kehilangan selera makan, hingga akhirnya menangis saat menceritakan dugaan intimidasi yang dialaminya. Ayma mengaku sempat ditegur sejumlah kakak kelas di area kantin serta menerima pesan singkat yang dianggap tidak pantas.
Jalani Asesmen Psikologis

Chandra Wahyu menegaskan langkah keluarga bukan untuk memperpanjang persoalan, melainkan memastikan lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa. Melalui kuasa hukumnya, keluarga meminta sekolah mempertemukan seluruh pihak yang diduga terlibat beserta orang tua masing-masing serta menjadikan rekaman CCTV dan video yang beredar sebagai bahan klarifikasi.
Saat ini Ayma masih menjalani asesmen psikologis oleh psikiater. Menurut keluarga, ia menjadi lebih mudah menangis, merasa cemas, dan takut tidur sendiri sejak peristiwa tersebut. Keluarga berharap penyelesaian dilakukan secara profesional, objektif, dan edukatif agar menjadi pembelajaran bersama serta mencegah kasus serupa terulang di kemudian hari.













