Wartabuana.com | Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 resmi berakhir di Istora Senayan, Minggu (5/7), dengan torehan capaian yang mencerminkan besarnya potensi ekonomi kreatif Ibu Kota. Selama dua hari penyelenggaraan puncak acara, festival ini mencatat total transaksi mencapai Rp55 miliar sekaligus mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, UMKM, komunitas kreatif, akademisi, perbankan, media, hingga masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif yang memperkuat daya saing Jakarta.
Kreativitas dan Kolaborasi Jadi Fondasi Pembangunan Jakarta
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menegaskan bahwa JKF 2026 membuktikan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan modal utama dalam membangun perekonomian Jakarta yang semakin maju dan berkelanjutan.
Menurutnya, semangat #JagaJakarta menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“JKF membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan modal utama untuk membangun Jakarta yang lebih maju dan berkelanjutan. Semangat #JagaJakarta juga mengingatkan bahwa pembangunan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh masyarakat,” ujar Uus.
Ia menilai penyelenggaraan JKF tahun ini memiliki makna strategis karena berlangsung menjelang peringatan lima abad Jakarta. Momentum tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat ekonomi kreatif, mempercepat digitalisasi, mendorong inovasi, serta meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap JKF terus berkembang sebagai platform kolaborasi yang memperluas akses pembiayaan, membuka pasar baru, mempercepat transformasi digital, sekaligus melahirkan lebih banyak inovasi dan wirausaha baru.
“Semangat kolaborasi yang terbangun melalui JKF diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global,” tambahnya.
BI: Penutupan Festival Bukan Akhir Gerakan Ekonomi Kreatif
Senada dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa berakhirnya JKF 2026 bukan berarti kolaborasi yang telah dibangun ikut berhenti.
Menurutnya, festival ini menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, serta digitalisasi yang menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Jakarta.
“Momentum JKF diharapkan terus menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, dan digitalisasi di Jakarta. Lebih dari itu, semangat kolaborasi ini menjadi modal penting menyongsong lima abad Jakarta untuk mewujudkan kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan,” katanya.
Ribuan Pengunjung dan Ratusan Tenant Ramaikan JKF 2026
Mengusung semangat kolaborasi lintas sektor, JKF 2026 menghadirkan beragam kegiatan mulai dari pameran produk UMKM, business matching, festival ekonomi kreatif, edukasi, layanan publik, hingga berbagai kompetisi yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Festival ini melibatkan sebanyak 377 tenant, terdiri atas 290 tenant UMKM dan 87 tenant layanan, edukasi, serta komunitas yang berkolaborasi bersama 67 lembaga dan instansi. Selama dua hari pelaksanaan, sekitar 15 ribu pengunjung memadati area penyelenggaraan di Istora Senayan.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari berbagai kompetisi yang diikuti 1.940 peserta, antara lain Jakarta Youth Film Festival, Band Competition, Swara Bankers, JKF Fun Padel Competition, Festival Pangan Olahan, Lomba Dakwah Ekonomi Syariah, hingga Festival Urban Farming.
Transaksi Rp55 Miliar dan Komitmen Pembiayaan Rp575 Miliar
Dari sisi ekonomi, JKF 2026 menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp55 miliar, termasuk transaksi business matching untuk pembiayaan dan ekspor produk UMKM.
Selain itu, melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), festival ini juga berhasil menghadirkan komitmen pembiayaan perbankan kepada korporasi senilai Rp575 miliar, menunjukkan besarnya kepercayaan sektor keuangan terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Tak hanya itu, JKF 2026 turut menghasilkan komitmen kerja sama antara perbankan dan para sineas muda yang terlibat dalam Jakarta Youth Film Festival. Kolaborasi tersebut memperkuat optimisme bahwa industri film dan musik mampu berkembang menjadi sektor strategis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Provinsi DKI Jakarta.
JKF Semakin Ditegaskan Sebagai Motor Ekonomi Kreatif Jakarta
Keberhasilan penyelenggaraan JKF 2026 menunjukkan bahwa festival ini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang pameran. JKF kini menjadi ruang strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat, JKF diharapkan terus menjadi katalis lahirnya inovasi, memperkuat daya saing UMKM, mempercepat transformasi digital, sekaligus membawa Jakarta semakin siap menyongsong status sebagai kota global pada momentum 500 tahun perjalanannya.













