Wartabuana.com | Iko Uwais kembali menjadi perbincangan di kancah perfilman internasional. Setelah sukses membangun reputasi sebagai salah satu bintang aksi Asia yang diperhitungkan di Hollywood, aktor asal Indonesia itu kini tampil dalam film aksi-thriller terbaru asal Tiongkok berjudul Wings of Dread.
Menariknya, kali ini Iko Uwais tidak berperan sebagai pahlawan. Ia justru dipercaya memerankan tokoh antagonis utama yang memimpin aksi pembajakan sebuah pesawat komersial. Peran tersebut langsung mencuri perhatian penggemar film laga karena menampilkan sisi berbeda dari kemampuan akting sekaligus aksi bela diri yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Dari The Raid ke Panggung Internasional
Karier Iko Uwais di industri perfilman dunia memang bukan cerita baru. Namanya melesat setelah tampil sebagai pemeran utama dalam The Raid yang sukses mendapat pujian luas dari kritikus dan penonton internasional.
Film tersebut menjadi titik balik yang mengantarkan Iko Uwais ke berbagai proyek besar lintas negara. Kemampuan silat yang dipadukan dengan koreografi pertarungan realistis membuatnya menjadi salah satu ikon film aksi modern dari Asia.
Sejak saat itu, deretan proyek internasional terus berdatangan, termasuk sejumlah film Hollywood yang memperkuat reputasinya sebagai aktor laga kelas dunia.
Jadi Pemimpin Pembajak Pesawat di Wings of Dread
Dalam Wings of Dread, Iko Uwais memerankan pemimpin kelompok bersenjata yang mengambil alih sebuah penerbangan komersial.
Konflik utama film berpusat pada pertarungan antara karakter yang diperankan Iko dengan seorang polisi udara atau air marshal bernama Gu Chaoyang yang dimainkan oleh Ashton Chen.
Kisahnya bermula ketika Gu Chaoyang sedang dalam perjalanan pulang dari bulan madu. Situasi berubah menjadi mimpi buruk ketika pesawat yang ditumpanginya dibajak oleh kelompok kriminal yang dipimpin karakter Iko Uwais.
Di tengah keterbatasan ruang kabin pesawat, ketegangan meningkat ketika kedua karakter terlibat dalam serangkaian pertarungan jarak dekat yang brutal dan intens.
Adu Silat dan Kungfu Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu aspek yang paling menarik perhatian dalam trailer Wings of Dread adalah koreografi pertarungan yang memadukan dua seni bela diri populer Asia.
Iko Uwais menghadirkan gaya bertarung silat yang selama ini melekat pada identitasnya, sementara Ashton Chen menampilkan kemampuan kungfu modern yang menjadi ciri khasnya.
Perpaduan tersebut menciptakan duel penuh adrenalin yang menjadi salah satu nilai jual utama film ini.
Latar kabin pesawat yang sempit juga membuat setiap adegan laga terasa lebih dekat, intens, dan menegangkan. Konsep tersebut mengingatkan banyak penggemar pada nuansa brutal yang pernah ditampilkan dalam The Raid, namun kali ini dengan ruang gerak yang jauh lebih terbatas.
Penampilan Villain yang Disebut Mirip Karakter Ikoniknya
Penampilan Iko sebagai tokoh antagonis mendapat respons positif dari para penggemar film aksi.
Dalam cuplikan trailer, ia terlihat tampil karismatik sekaligus mengintimidasi saat memimpin aksi pembajakan dan melancarkan serangan demi serangan kepada lawannya.
Karakter tersebut mengingatkan sebagian penggemar pada peran-peran gelap yang pernah ia tampilkan dalam The Night Comes for Us maupun Expend4bles.
Kemampuan Iko memadukan aksi fisik dengan ekspresi emosional yang kuat membuat sosok antagonis yang diperankannya terasa hidup dan berbahaya.
Kolaborasi Perdana dengan iQIYI
Wings of Dread juga menjadi proyek pertama Iko Uwais bersama platform streaming iQIYI.
Film yang disutradarai oleh Pengfei Qin bersama Ashton Chen ini telah tersedia secara eksklusif di iQIYI sejak 3 Juli 2026.
Dengan menggabungkan aksi intens, ketegangan pembajakan pesawat, serta duel dua bintang laga Asia yang sama-sama memiliki basis penggemar besar, Wings of Dread diprediksi menjadi salah satu film aksi yang paling banyak dibicarakan tahun ini.
Bagi Iko Uwais, proyek ini kembali membuktikan bahwa kiprahnya di industri perfilman internasional terus berkembang. Dari silat Indonesia yang mendunia lewat The Raid hingga menjadi antagonis utama dalam produksi China berskala besar, perjalanan kariernya menunjukkan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di panggung global.
Lihat postingan ini di Instagram













