FILM

Poster Perdana Operasi Pesta Copet Dirilis, Iqbaal Ramadhan Rela Berjemur 2 Bulan Demi Peran Copet Amatir

×

Poster Perdana Operasi Pesta Copet Dirilis, Iqbaal Ramadhan Rela Berjemur 2 Bulan Demi Peran Copet Amatir

Share this article

Wartabuana.com | Rumah produksi Imajinari resmi merilis official poster film drama komedi terbaru Operasi Pesta Copet, sekaligus membuka sedikit gambaran mengenai aksi nekat sekelompok copet amatir yang menjadikan festival musik terbesar di Indonesia sebagai sasaran operasi mereka.

Film yang dijadwalkan tayang mulai 27 Agustus 2026 ini menghadirkan Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba sebagai empat tokoh utama yang hidup di tengah kerasnya ibu kota. Mereka bukan penjahat profesional, melainkan kelompok kecil yang dihimpit persoalan ekonomi hingga akhirnya merancang aksi pencopetan terbesar dalam hidup mereka.

Dengan memadukan komedi, drama, aksi, dan kritik sosial, Operasi Pesta Copet menjadi salah satu film Indonesia yang menarik perhatian sejak tahap promosi.

Poster Resmi Ungkap Misi Berani Geng Copet Amatir

Poster resmi yang dirilis memperlihatkan suasana markas sederhana yang berada di dalam sebuah bus tua terbengkalai. Keempat karakter utama tampil dengan penampilan lusuh, pakaian dekil, serta ekspresi penuh tekad.

Di belakang mereka terlihat sebuah papan tulis yang berisi strategi operasi pencopetan di Pestapora, festival musik yang menjadi latar utama cerita. Target yang mereka pasang pun tidak main-main, yakni mencapai hasil pencopetan sebesar Rp600 juta.

Visual tersebut memberikan petunjuk bahwa film ini tidak hanya menghadirkan aksi kriminal, tetapi juga menampilkan proses perencanaan yang penuh kekonyolan sekaligus ketegangan.

Ernest Prakasa: Film Ini Bisa Jadi Hiburan Sekaligus Pengingat

Produser Ernest Prakasa menilai tema pencopetan yang diangkat film ini memiliki sisi edukatif bagi masyarakat.

Menurutnya, aksi copet bukanlah kejahatan yang terjadi secara spontan, melainkan dilakukan dengan pola kerja yang terorganisasi.

“Copet bukan kejahatan spontan. Mereka punya cara kerja yang sistematis. Operasi Pesta Copet membongkar cara mereka beroperasi, dan ketika tahu bagaimana mereka bekerja, kita jauh lebih mudah menghindarinya. Film ini hiburan sekaligus bekal,” ujar Ernest.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa di balik balutan komedi, film ini juga mengajak penonton lebih waspada terhadap aksi kriminal yang kerap terjadi di tengah keramaian.

Debut Edy Khemod sebagai Sutradara Film Panjang

Operasi Pesta Copet diproduksi oleh Imajinari bekerja sama dengan Angin Segar dan Boss Creator.

Film ini menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod untuk film panjang. Sementara jajaran produser diisi oleh Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, serta Iqbaal Ramadhan yang turut terlibat di balik layar.

Bagi Edy Khemod, cerita tentang copet hanyalah pintu masuk untuk membahas realitas sosial yang lebih luas.

Mengangkat Dunia Musik dari Sudut Pandang yang Berbeda

Alih-alih menjadikan festival musik hanya sebagai latar hiburan, Edy Khemod justru melihatnya sebagai ruang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, ia ingin memperlihatkan bagaimana dinamika kehidupan masyarakat urban berlangsung di tengah kemeriahan sebuah festival musik.

“Saat pertama kali saya datang dengan ide ini, sebenarnya yang menarik adalah saya bisa membahas skena musik Indonesia tapi tidak dari kacamata yang konvensional, namun kacamata sosiologisnya. Lewat film Operasi Pesta Copet, kita bukan hanya membahas musik Indonesia masa kini, tapi memotret juga permasalahan sosial di Indonesia,” jelas Edy Khemod.

Pendekatan tersebut membuat Operasi Pesta Copet berpotensi menjadi film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyuguhkan refleksi mengenai ketimpangan sosial, kehidupan masyarakat kelas bawah, dan realitas yang sering luput dari perhatian.

Transformasi Total Iqbaal Ramadhan Jadi Sorotan

Salah satu hal yang paling menarik perhatian dari proyek ini adalah perubahan penampilan Iqbaal Ramadhan.

Aktor yang selama ini identik dengan karakter rapi dan berpenampilan bersih rela melakukan transformasi fisik demi memerankan Ijal, seorang copet yang tinggal di kawasan pinggir rel kereta api.

Iqbaal mengungkapkan bahwa ia harus menjalani proses yang cukup ekstrem selama dua bulan.

Setiap hari ia diwajibkan berjemur selama sekitar dua jam agar warna kulitnya berubah sesuai kebutuhan karakter. Selain itu, ia juga menurunkan berat badan dan membiarkan kumisnya tumbuh panjang demi menghadirkan sosok Ijal yang terasa lebih autentik.

“Selama dua bulan, saya harus berjemur setiap hari selama dua jam. Itu untuk mengejar transformasi fisik karakter Ijal yang di filmnya tinggal di area pinggir rel kereta api. Bukan cuma itu, saya juga harus manjangin kumis saya, yang jadinya seperti kumis lele,” ujar Iqbaal sambil bercanda.

Transformasi tersebut menunjukkan keseriusan Iqbaal dalam membangun karakter yang sangat berbeda dibandingkan sejumlah peran yang pernah ia mainkan sebelumnya.

Layak Dinantikan pada Agustus 2026

Dengan premis yang unik, jajaran pemain muda berbakat, serta latar festival musik terbesar di Indonesia, Operasi Pesta Copet menawarkan perpaduan komedi, aksi, dan kritik sosial yang jarang diangkat dalam perfilman nasional.

Kehadiran film ini juga menjadi warna baru bagi rumah produksi Imajinari yang selama beberapa tahun terakhir dikenal konsisten menghadirkan film dengan ide segar dan dekat dengan realitas masyarakat.

Bagi pencinta film Indonesia, Operasi Pesta Copet menjadi salah satu rilisan yang layak masuk daftar tontonan pada paruh kedua 2026. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *