Wartabuana.com | Industri perfilman Indonesia kembali kedatangan film horor terbaru yang menawarkan sesuatu yang berbeda. Tidak hanya menghadirkan penampakan makhluk gaib dan teror mencekam, Tanah Sengketa juga mengangkat konflik sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, dibalut misteri masa lalu yang perlahan terungkap sepanjang cerita.
Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 25 Juni 2026 ini berusaha menghadirkan pengalaman horor yang tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga membangun ketegangan melalui rahasia, intrik, dan luka lama yang tersimpan di balik sebuah tanah yang dianggap terlarang.
Dengan kombinasi tersebut, Tanah Sengketa berpotensi menjadi salah satu film horor lokal yang menarik perhatian pecinta genre misteri dan thriller.
Kisah Mahasiswi Idealis yang Menantang Mitos Desa

Cerita berpusat pada Yuni, seorang mahasiswi idealis yang diperankan oleh Dara The Virgin.
Yuni datang ke Kampung Degong dengan niat mulia membangun Taman Belajar Gratis bagi anak-anak desa. Namun, niat baik tersebut justru mendapat penolakan dari sebagian warga setempat.
Masalah bermula ketika lokasi yang dipilih untuk pembangunan taman belajar berada di atas sebidang tanah lapang yang selama bertahun-tahun dianggap angker oleh masyarakat.
Warga percaya bahwa tanah tersebut menyimpan kutukan dan tidak boleh digunakan untuk aktivitas apa pun.
Di tengah tekanan dan berbagai larangan yang muncul, Yuni memilih tetap melanjutkan misinya demi membantu pendidikan anak-anak desa.
Keputusan itulah yang kemudian mengubah hidupnya.
Teror Gaib Mulai Menghantui
Seiring berjalannya waktu, berbagai kejadian aneh mulai menghampiri Yuni.
Ia mengalami serangkaian peristiwa misterius yang sulit dijelaskan secara logika. Mulai dari kemunculan sosok perempuan bernama Sulastri hingga berbagai peringatan gaib yang seolah memintanya menghentikan penyelidikan.
Atmosfer mencekam semakin terasa ketika teror yang dialami Yuni tidak hanya terjadi pada malam hari, tetapi juga mulai mengganggu aktivitasnya sehari-hari.
Film ini tampaknya mencoba membangun ketakutan melalui rasa penasaran sekaligus ancaman yang terus berkembang seiring perjalanan cerita.
Rahasia Kelam yang Terkubur Puluhan Tahun

Di tengah berbagai kejadian ganjil, Yuni tidak sendirian.
Ia mendapat bantuan dari Raka, seorang pemuda desa yang perlahan mulai percaya bahwa di balik mitos tanah angker tersebut terdapat rahasia besar yang sengaja disembunyikan.
Bersama-sama, mereka mulai menelusuri jejak masa lalu yang selama ini tertutup rapat oleh warga desa.
Penyelidikan mereka membawa pada penemuan dokumen-dokumen lama dan sebuah liontin antik yang menjadi petunjuk penting.
Dari sinilah lapisan demi lapisan misteri mulai terkuak.
Bukan hanya soal makhluk gaib, tetapi juga tentang kejahatan, pengkhianatan, dan konflik yang telah lama dikubur oleh waktu.
Menggabungkan Horor Supranatural dan Kritik Sosial
Salah satu daya tarik utama Tanah Sengketa adalah keberaniannya memadukan horor supranatural dengan isu sosial yang relevan.
Judul film ini sendiri mengisyaratkan adanya persoalan kepemilikan lahan, konflik kepentingan, hingga praktik-praktik yang mungkin terjadi di balik sebuah sengketa tanah.
Pendekatan seperti ini membuat film tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga memberikan lapisan cerita yang lebih kompleks dibandingkan horor konvensional.
Konflik antara keyakinan masyarakat terhadap mitos dan upaya mencari kebenaran menjadi elemen yang memperkuat narasi film.
Disutradarai Muda Saleh dan Sadly Fafa Rachman
Film ini diproduseri oleh Muda Saleh melalui Ocean Production.
Selain bertindak sebagai produser, Muda Saleh juga duduk di kursi sutradara bersama Sadly Fafa Rachman.
Keduanya juga terlibat langsung dalam penulisan naskah sehingga visi cerita yang ingin disampaikan dapat terjaga secara utuh dari tahap pengembangan hingga produksi.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman menonton yang penuh ketegangan sekaligus emosional.
Deretan Pemeran Siap Menghidupkan Misteri Kampung Degong
Selain Dara The Virgin sebagai pemeran utama, film ini juga diperkuat sejumlah nama yang sudah dikenal publik.
Di antaranya adalah Awan Reyhan yang memerankan Raka, sosok pemuda desa yang membantu Yuni mengungkap misteri.
Film ini juga menghadirkan Mita The Virgin, bersama Marlene Sheryl, Boy Crosby, Dewi Sartika, Abe Idrus, serta Dwi Wokee.
Kehadiran para pemain tersebut diharapkan mampu memberikan warna tersendiri dalam membangun atmosfer misterius Kampung Degong.
Siap Menjadi Horor Lokal yang Berbeda?
Di tengah maraknya film horor Indonesia yang mengandalkan cerita urban legend dan teror makhluk halus, Tanah Sengketa mencoba menawarkan pendekatan berbeda dengan menghadirkan misteri berlapis yang berkaitan erat dengan konflik manusia.
Perpaduan antara kisah supranatural, rahasia masa lalu, sengketa tanah, dan perjuangan mencari kebenaran menjadi modal kuat bagi film ini untuk menarik perhatian penonton.
Mulai 25 Juni 2026, publik akan diajak memasuki Kampung Degong, sebuah desa yang menyimpan lebih dari sekadar cerita hantu. Sebab di balik tanah yang dianggap angker, tersimpan rahasia kelam yang selama ini menunggu untuk diungkap.













