Wartabuana.com — Dalam kurun waktu lima bulan terakhir, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan menunjukkan peran aktifnya di garis depan penanganan berbagai krisis—mulai dari bencana banjir, kebakaran, hingga tragedi kecelakaan kereta yang mengguncang Bekasi.
Respons Cepat di Berbagai Krisis: Dari Jakarta hingga Sumatera
Di bawah kepemimpinan Mundari sejak Desember 2025 hingga April 2026, PMI Jakarta Selatan telah terlibat dalam berbagai kejadian luar biasa, baik di wilayah DKI Jakarta, Bekasi, maupun sejumlah daerah di Pulau Sumatera.
Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan adalah kecelakaan tragis antara KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu, PMI juga aktif dalam penanganan banjir, kebakaran, serta bencana alam lainnya.
Tak hanya fokus pada bencana, PMI Jaksel juga menjalankan layanan kemanusiaan rutin seperti pemeriksaan kesehatan, tes narkoba, penanganan kecelakaan lalu lintas, hingga layanan ambulans dan mobil jenazah.
Layanan Sosial Meluas: Dari Donor Darah hingga Posko Lebaran

Berbagai kegiatan sosial turut digelar, termasuk donor darah sukarela, khitanan massal, serta layanan kesehatan di Pos Siaga Lebaran 2026/1447 H.
Menurut Mundari, seluruh kegiatan ini merupakan bagian dari mandat kemanusiaan untuk melayani masyarakat luas yang membutuhkan.
“Semua yang kami lakukan didasari semangat aksi sosial dan kemanusiaan, dengan tujuan membantu masyarakat secara luas,” ujarnya dalam pemaparan di Kantor PMI kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
Kekuatan Relawan: Lebih dari 7.000 Personel Siap Diterjunkan
PMI Jakarta Selatan didukung kekuatan besar yang terdiri dari 15 pengurus, 20 staf, dan 7.190 relawan.
Relawan tersebut meliputi:
- 785 anggota Korps Sukarela dari perguruan tinggi
- 825 tenaga sukarela dari berbagai profesi (kesehatan, pendidikan, hingga profesional)
- 5.580 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari tingkat SD hingga SMA
Jumlah ini menjadi tulang punggung dalam merespons cepat setiap kejadian darurat.
Armada dan Fasilitas Lengkap untuk Tanggap Darurat

Untuk menunjang operasional, PMI Jaksel memiliki berbagai armada seperti ambulans gawat darurat, mobil jenazah, truk tangki, perahu karet, hingga motor reaksi cepat.
Fasilitas pendukung juga tersedia, mulai dari posko bencana 24 jam, klinik gratis, hingga unit pengumpulan darah.
Jakarta Selatan Rawan Bencana: Banjir dan Kebakaran Jadi Fokus
Data menunjukkan, dari 65 kelurahan di Jakarta Selatan, sebanyak 34 wilayah rawan banjir. Sementara itu, risiko kebakaran juga cukup tinggi dengan mayoritas masuk kategori sedang.
Kondisi ini menjadikan penanganan banjir dan kebakaran sebagai prioritas utama PMI Jakarta Selatan dalam menjalankan program kerjanya.
Aksi Hingga Luar Daerah: Dari Sibolga hingga Aceh
Tak hanya di ibu kota, PMI Jaksel juga mengirimkan bantuan ke berbagai daerah terdampak bencana di Sumatera, seperti Sibolga, Tapanuli, Padang, Aceh Tamiang, hingga Agam.
Bantuan yang disalurkan mencakup sembako, obat-obatan, perlengkapan ibadah, pembangunan sumur bor, hingga hunian sementara (rumah tumbuh).
Struktur Kepemimpinan dan Dukungan Tokoh
Dalam menjalankan tugasnya, PMI Jakarta Selatan didukung struktur organisasi yang solid, termasuk dewan kehormatan yang diisi sejumlah tokoh seperti Dadang Dasuki dan Sutrisno Muslimin.
Berbagai bidang strategis juga diisi oleh para profesional yang menangani organisasi, penanggulangan bencana, kesehatan, hingga komunikasi dan kemitraan.













