Wartabuana.com — Desainer Migi Rihasalay sampaikan duka mendalam atas kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo. Ia mengungkap kisah haru para korban yang menyentuh hati publik.
Duka Mendalam untuk Para Korban
Dalam keterangannya, Migi menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dan luka-luka akibat kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
Ia mengaku sangat terpukul mendengar kabar tersebut, terlebih setelah mengetahui banyak korban berasal dari kalangan pekerja yang tengah dalam perjalanan pulang.
“Rasanya sedih sekali. Mereka hanya ingin pulang bertemu keluarga, tapi justru mengalami musibah tragis,” ujarnya.
Kehilangan Sosok Jurnalis

Secara khusus, Migi juga menyoroti kepergian salah satu korban yang dikenalnya, Nur Ainia Eka Rahmadhyna, seorang karyawan media.
Menurutnya, kehilangan tersebut menjadi duka besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas jurnalis di Indonesia.
“Ini bukan hanya kehilangan pribadi, tapi juga duka bagi insan media,” ungkapnya.
Kisah-Kisah Korban yang Mengiris Hati
Lebih dari sekadar angka, Migi menggambarkan tragedi ini melalui kisah-kisah menyentuh para korban.
Ia menyebut:
- Seorang ibu yang telah menyiapkan ASI untuk bayinya di rumah
- Seorang istri yang baru mengetahui kehamilannya setelah penantian panjang
- Calon pengantin yang tak sempat menuju hari bahagia
- Hingga seseorang yang sedang berulang tahun namun tak sempat merayakannya
Cerita-cerita ini, menurutnya, membuat tragedi terasa semakin nyata dan memilukan.
Video Viral yang Mengguncang Emosi
Migi mengaku tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan video viral yang memperlihatkan tangis keluarga korban.
“Dada rasanya sesak melihat keluarga yang menunggu kepulangan orang tercinta,” tuturnya.
Ia juga menyoroti banyaknya korban perempuan dalam kejadian tersebut, yang semakin menambah kesedihan.
Seruan untuk Keselamatan Transportasi
Di balik duka, Migi turut menyampaikan harapan agar tragedi serupa tidak terulang.
Ia mendorong pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia untuk terus meningkatkan sistem keamanan dan pelayanan transportasi publik berbasis rel.
Menurutnya, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam setiap inovasi.













