Mbah WP
Mbah WP
NASIONAL

MRT Jadi “Game Changer”! Pemprov DKI Kebut Revitalisasi Kota Tua, Target Wajah Baru Jakarta 2029

×

MRT Jadi “Game Changer”! Pemprov DKI Kebut Revitalisasi Kota Tua, Target Wajah Baru Jakarta 2029

Share this article

Wartabuana.com —  Transformasi besar tengah disiapkan di jantung sejarah ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat revitalisasi kawasan Kota Tua dengan menjadikan transportasi publik terintegrasi—khususnya MRT—sebagai motor utama perubahan menuju destinasi wisata kelas dunia.

MRT jadi kunci utama, Kota Tua ditargetkan berubah drastis

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa proyek MRT akan menjadi faktor penentu dalam menghidupkan kembali kawasan Kota Tua.

Menurutnya, saat jalur MRT tersambung hingga Kota Tua pada 2029, perubahan signifikan akan langsung terasa, baik dari sisi mobilitas maupun aktivitas ekonomi.

“Game changer Kota Tua adalah MRT. Ketika tersambung, kawasan ini akan berubah secara signifikan,” ujarnya dalam forum dialog di Balai Kota.

Konsep transit-oriented development (TOD) pun mulai disiapkan sejak dini untuk memastikan kawasan tersebut mudah diakses dan terintegrasi dengan moda transportasi lain.

Elektrifikasi jalur lama, dorong konektivitas dan ramah lingkungan

Tak hanya MRT, Pemprov DKI juga menyiapkan langkah strategis lain dengan mengubah jalur kereta lama menjadi berbasis listrik.

Rute yang menghubungkan wilayah utara Jakarta, termasuk menuju Tanjung Priok hingga Jakarta International Stadium (JIS), akan dioptimalkan tanpa perlu membangun jalur baru.

Dengan panjang sekitar 16 kilometer di tahap awal dan 28 kilometer di tahap lanjutan, proyek ini diharapkan mampu:

  • Meningkatkan konektivitas kawasan utara
  • Mengurangi emisi transportasi
  • Memaksimalkan infrastruktur yang sudah ada

Kawasan cagar budaya tetap jadi prioritas utama

Di tengah ambisi modernisasi, Pemprov DKI memastikan bahwa aspek sejarah tidak akan tergerus. Kawasan seperti:

  • Kota Tua Jakarta
  • Pasar Baru Jakarta
  • Glodok

akan tetap dijaga sebagai bagian dari identitas kota.

Bahkan, rencana pembangunan Museum Peranakan turut disiapkan untuk memperkuat narasi sejarah multikultural Jakarta.

Warisan budaya harus tetap terawat. Masa depan Jakarta ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu,” tegas Pramono.

Kolaborasi jadi kunci, investasi dibuka lebar

Pemprov DKI menyadari keterbatasan kepemilikan aset di kawasan tersebut. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak—mulai dari pelaku usaha hingga mitra strategis—menjadi krusial.

Rano Karno menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang:

  • Visible (terlihat potensinya)
  • Viable (layak secara ekonomi)
  • Profitable (menguntungkan)

Langkah ini diharapkan mampu menarik investasi berkelanjutan sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi lokal.

Revitalisasi dimulai dari zona inti, PKL ikut ditata

Tahap awal revitalisasi akan difokuskan pada area inti seperti:

  • Museum Bahari Jakarta
  • Alun-Alun Fatahillah

Penataan parkir dan pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi prioritas, dengan pendekatan yang tetap menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, Pemprov membuka opsi transportasi rendah emisi seperti trem yang akan terintegrasi dengan jaringan MRT di masa depan.

Target besar: simbol Jakarta menuju 500 tahun

Revitalisasi Kota Tua bukan proyek jangka pendek. Kawasan ini diproyeksikan menjadi simbol kebangkitan Jakarta menjelang usia 500 tahun pada 2027.

Dengan pendekatan bertahap dan inklusif, Pemprov optimistis Kota Tua akan menjelma menjadi:

  • Destinasi wisata kelas dunia
  • Pusat ekonomi kreatif
  • Ruang publik inklusif bagi semua kalangan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *