Mbah WP
Mbah WP
NASIONAL

Pramono Anung Turun Langsung ke Bantargebang Usai Longsor, Pastikan Penanganan Cepat dan Korban Mendapat Dukungan Penuh

×

Pramono Anung Turun Langsung ke Bantargebang Usai Longsor, Pastikan Penanganan Cepat dan Korban Mendapat Dukungan Penuh

Share this article

Wartabuanu.com — Peristiwa longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung meninjau lokasi longsor di kawasan TPST Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3) pagi.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan pascalongsor berjalan cepat, aman, serta memprioritaskan keselamatan para petugas dan warga di sekitar lokasi.

Usai peninjauan, Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah darurat, salah satunya dengan segera menormalisasi aliran Sungai Ciketing yang sempat tertutup material longsoran sampah.

“Di lapangan tadi saya memutuskan agar Sungai Ciketing segera dinormalisasi. Manfaatnya sangat besar bagi warga, karena jika aliran sungai tertutup, akses jalan di sekitarnya juga ikut terhambat,” ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta.

TPST Bantargebang terima hingga 8.000 ton sampah per hari

Menurut Pramono, setiap hari TPST Bantargebang menerima kiriman sampah dari Jakarta dalam jumlah sangat besar, yakni sekitar 7.400 hingga 8.000 ton per hari.

Volume sampah yang terus meningkat membuat kapasitas tempat pengolahan sampah tersebut semakin terbatas. Karena itu, pemerintah mulai melakukan langkah pembatasan sekaligus pemilahan sampah untuk mengurangi beban di lokasi tersebut.

Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas,” kata Pramono.

Untuk sementara waktu, pengiriman sampah dari Jakarta akan dialihkan ke zona lain sambil menunggu pemulihan zona terdampak.

Sambil menunggu zona 4A dipulihkan, sementara ini pengiriman sampah akan dialihkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara,” jelasnya.

RDF Rorotan disiapkan sebagai solusi pengelolaan sampah

Selain penanganan darurat, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan solusi jangka menengah melalui pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara.

Fasilitas RDF Rorotan saat ini masih dalam tahap uji coba dan proses commissioning bersama para ahli agar operasionalnya tetap ramah lingkungan serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Pramono menargetkan fasilitas tersebut dapat membantu mengurangi beban sampah Jakarta secara signifikan.

Saya menargetkan RDF Rorotan nantinya bisa membantu mengurangi sekitar 1.000 sampai 1.500 ton sampah per hari. Mudah-mudahan proses commissioning segera selesai sehingga fasilitas ini bisa beroperasi secara normal,” ujarnya.

Longsor dipicu hujan ekstrem, empat orang meninggal dunia

Longsor terjadi di zona 4A TPST Bantargebang dan diduga dipicu oleh hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (8/3). Curah hujan saat itu tercatat mencapai 264 milimeter per hari.

Material longsoran menutup jalan operasional dan menimbun aliran Sungai Ciketing sepanjang kurang lebih 40 meter.

Dalam peristiwa ini, Pemprov DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam karena terdapat korban jiwa.

Data sementara mencatat empat orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka ringan. Korban luka telah mendapatkan perawatan medis dan kini sudah kembali ke rumah masing-masing.

Pemerintah pastikan santunan dan bantuan bagi korban

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan perhatian penuh.

Korban meninggal dunia yang merupakan petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dari Dinas Lingkungan Hidup akan menerima santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, biaya pengobatan bagi korban luka serta bantuan sosial bagi warga terdampak juga ditanggung oleh pemerintah daerah.

Operasi tanggap darurat pun langsung diaktifkan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk memastikan keselamatan petugas, mengevakuasi korban, serta menstabilkan area longsor agar layanan pengelolaan sampah dapat segera kembali normal.

Tim gabungan dikerahkan, puluhan alat berat bekerja di lokasi

Proses penanganan di lokasi melibatkan tim gabungan lintas instansi, di antaranya Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Kepolisian Daerah Metro Jaya, Tentara Nasional Indonesia, serta BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi.

Selain itu, turut terlibat Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan serta aparat wilayah setempat.

Upaya evakuasi didukung oleh 19 unit ekskavator alat berat dan tujuh unit ambulans yang bekerja secara intensif di lokasi untuk mempercepat proses pembersihan material longsor dan memastikan area kembali aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *