Mbah WP
Mbah WP
MUSIK

Afgan Hidupkan Kembali Album Retrospektif, Proyek Duets Jadi Senjata Baru Taklukkan Generasi Digital

×

Afgan Hidupkan Kembali Album Retrospektif, Proyek Duets Jadi Senjata Baru Taklukkan Generasi Digital

Share this article

Wartabuana.com — Penyanyi pop papan atas Afgan kembali menunjukkan kelasnya di industri musik Tanah Air.

Lewat proyek ambisius Retrospektif Duets, Afgan tak sekadar merilis ulang materi lama, tetapi menghadirkan interpretasi baru yang terasa lebih intim, organik, dan relevan dengan lanskap musik digital 2026.

Strategi cerdas di tengah banjir single instan

Proyek Retrospektif Duets merupakan pengembangan dari album Retrospektif yang pertama kali dirilis pada November 2025.

Namun alih-alih sekadar mendaur ulang katalog, Afgan memilih pendekatan live session dengan live band — sebuah langkah yang dinilai cerdas oleh pengamat musik.

Di tengah tren rilisan cepat dan konsumsi musik instan, format ini justru menawarkan pengalaman mendengarkan yang lebih jujur dan emosional.

Produksi audio-visual yang direkam secara live memperkuat citra Afgan sebagai vokalis matang dengan karakter vokal yang solid.

Duet “Kacamata” langsung trending

Respons publik terhadap proyek ini terbilang impresif. Video duet lagu “Kacamata” bersama Naykilla yang dirilis 18 Februari 2026 langsung menembus lebih dari 240 ribu views dan bertengger di Trending No. 12 kategori musik YouTube.

Versi lo-fi yang dihadirkan memberi nuansa kontemplatif yang kuat. Pendekatan ini terbukti efektif memperluas jangkauan pendengar, terutama Gen Z yang akrab dengan warna musik chill dan minimalis.

Dalam kolaborasi tersebut, Naykilla menyuguhkan verse baru yang ditulis oleh Liam Amadeo dengan sentuhan produksi dari 1NG. Perpaduan ini menghasilkan warna segar tanpa menghilangkan identitas asli lagu.

Ruang refleksi perjalanan bermusik Afgan

Afgan menyebut proyek ini sebagai bentuk refleksi sekaligus perayaan perjalanan kariernya.

Saya ingin lagu-lagu di album Retrospektif punya kehidupan kedua. Lewat kolaborasi ini, saya belajar banyak dari energi dan perspektif musisi lain,” ujar Afgan.

Konsep live dipilih secara sadar agar emosi lagu tersampaikan lebih autentik kepada pendengar.

Deretan kolaborasi lintas generasi

Setelah “Kacamata”, rangkaian duet akan berlanjut dengan:

  • “Sampai Jumpa” bersama Mahalini (20 Februari 2026)

  • “Kepastian” bersama Kris Dayanti (25 Februari 2026)

  • “Sebentar” bersama Adrian Khalif

  • “Tak Ada Rencana (Ku Jatuh Cinta)” bersama Uan Juicy Luicy

  • Kolaborasi dengan Petra Sihombing dan Kamga Mo

  • Penutup “Masa Iya?” bersama Rizky Febian (13 Maret 2026)

Kombinasi lintas generasi ini menjadi kekuatan utama yang menjaga relevansi Afgan di berbagai segmen pendengar.

Menegaskan posisi Afgan di era musik digital

Secara strategis, Retrospektif Duets mempertegas positioning Afgan sebagai penyanyi pop yang adaptif tanpa mengorbankan kualitas musikalitas.

Di saat banyak musisi berlomba merilis single cepat, Afgan justru memilih jalur kurasi matang, live performance, dan kolaborasi bermakna. Langkah ini bukan hanya menjaga kredibilitas artistik, tetapi juga membuka peluang penetrasi pasar yang lebih luas di era streaming.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *