Wartabuana.com — Keputusan Inara Rusli menikah siri kembali menjadi sorotan publik. Di tengah perhatian warganet, selebritas tersebut menyampaikan permintaan maaf menyentuh kepada anak-anaknya, sekaligus membuka isi hatinya terkait langkah yang ia ambil.
Inara Rusli akui belum jadi ibu sempurna
Lewat pernyataan emosionalnya, Inara Rusli secara terbuka meminta maaf kepada buah hatinya. Ia menyadari sebagai manusia biasa, dirinya masih jauh dari kata sempurna dalam menjalani peran sebagai ibu.
“Teruntuk anak-anak mami, maafin mami yang belum sempurna ya nak. Mami cuma manusia biasa yang kadang lalai, kadang lelah, dan belum tahu cara mencintai dengan cara yang paling tepat,” ungkap Inara Rusli.
Pernyataan ini langsung memantik empati publik, terutama karena disampaikan dengan nada reflektif dan penuh penyesalan.
Tegaskan menikah siri bukan karena ingin punya pasangan baru
Di tengah spekulasi publik usai perceraiannya dengan Virgoun, Inara menegaskan bahwa keputusan menikah siri dengan Insanul Fahmi bukan dilatarbelakangi keinginan untuk kembali memiliki pasangan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari proses memperbaiki diri sebagai perempuan.
“Yang semua itu terjadi bukan karena kurangnya cinta mami ke kalian, tetapi karena keterbatasan mami, nak. Ada saatnya hati perlu berhenti sejenak, bukan untuk mengungkap masa lalu, tapi untuk mengakui bahwa kita sedang belajar,” tuturnya.
Permintaan maaf untuk semua pihak
Tak hanya kepada anak-anaknya, Inara juga menyampaikan permohonan maaf kepada siapa pun yang mungkin pernah tersakiti oleh sikap maupun keputusannya.
“Teruntuk hati-hati yang tersakiti, maafkan. Maaf ini bukan sekadar ingin dimaafkan, tetapi juga langkah untuk mengampuni diri sendiri, agar aku bisa berdamai, belajar dari kesalahan, dan melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Sikap terbuka ini dinilai sebagai upaya Inara meredakan polemik sekaligus menunjukkan kedewasaan emosionalnya.
Ramadan jadi momentum introspeksi
Menutup pernyataannya, Inara Rusli menyebut bulan Ramadan sebagai momen refleksi untuk memperbaiki diri dan menata hati.
“Di bulan suci ini, aku ingin menjalaninya dengan hati yang tenang dan ikhlas. Membersihkan niat, menata perasaan, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik—bukan sempurna, tetapi terus bertumbuh,” tutupnya.
Langkah Inara Rusli ini pun kembali mengundang beragam reaksi publik, dari yang memberi dukungan hingga yang masih mempertanyakan keputusannya. Namun satu hal yang jelas, ia memilih menghadapi semuanya dengan sikap terbuka dan reflektif.













