Mbah WP
Mbah WP
EKONOMI

Kolaborasi Wong Hang Bersaudara dan Aksadigitex: Dorong Transformasi Digital Industri Fesyen

×

Kolaborasi Wong Hang Bersaudara dan Aksadigitex: Dorong Transformasi Digital Industri Fesyen

Share this article

Wartabuana.com —  Industri fesyen nasional memasuki babak baru. Wong Hang Bersaudara (WHB) resmi menggandeng perusahaan teknologi Aksadigitex untuk mempercepat transformasi digital, langkah strategis yang ditargetkan mampu mendongkrak efisiensi operasional hingga 40 persen.

Kolaborasi strategis dorong modernisasi industri tailor

Kerja sama antara Wong Hang Bersaudara dan Aksadigitex menjadi sinyal kuat bahwa digitalisasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi pelaku industri fesyen, termasuk sektor tailor berbasis heritage.

Perwakilan Aksadigitex, Trianji Agus Dananto, menegaskan bahwa transformasi digital telah merambah berbagai lapisan bisnis, termasuk UMKM.

Teknologi digital tidak hanya merambah perusahaan besar, tetapi juga sudah masuk ke lingkup UMKM. Ini peluang bisnis yang sangat baik pada bidang teknologi digital,” ujar Trianji dalam peluncuran Aksadigitex di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Usung konsep “Where Legacy Meets Future Technology”

Kolaborasi ini berangkat dari inisiatif Aksadigitex yang menawarkan konsep Where Legacy Meets Future Technology. Pendekatan ini dirancang untuk mengintegrasikan teknologi modern ke dalam bisnis heritage WHB tanpa menghilangkan nilai tradisional yang telah melekat.

Sebagai penyedia solusi teknologi independen, Aksadigitex akan berperan sebagai mitra teknis dalam berbagai proyek digital WHB.

Kami mengajukan rencana untuk membantu program transformasi digitalisasi WHB. Peran kami memberikan dukungan teknis dan infrastruktur digital untuk setiap proyek inovasi,” jelas Anji, sapaan Trianji.

Fokus: WHB tetap menjahit, teknologi ditangani ahlinya

Model kerja sama yang diusung bersifat dinamis. Aksadigitex akan bertindak sebagai pelaksana teknologi untuk proyek-proyek spesifik yang membutuhkan integrasi digital.

Strategi ini memungkinkan WHB tetap fokus pada kompetensi inti mereka di bidang tailoring, sementara aspek teknologi ditangani oleh pihak yang memiliki keahlian khusus.

Menurut Anji, pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan WHB sebagai pionir transformasi digital di sektor fesyen tailor Indonesia.

Target efisiensi perusahaan tembus 40 persen

Direktur Utama WHB, Stephen Wongso, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai dukungan teknologi menjadi kunci agar industri tailor dan garmen mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat.

Kehadiran Aksadigitex sangat membantu kami membawa industri tailor, garmen, dan fesyen beradaptasi pada perkembangan yang sangat pesat,” ujar Stephen.

Ia mengungkapkan, implementasi digitalisasi ditargetkan mampu meningkatkan efisiensi perusahaan hingga sekitar 40 persen, mencakup lini produksi, manajemen, hingga pengelolaan sumber daya manusia.

Dampak lebih luas bagi industri dan ekonomi nasional

Lebih jauh, kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada internal perusahaan. Dukungan teknologi dinilai berpotensi membantu pelaku industri dari skala UMKM hingga korporasi besar dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis.

Langkah digitalisasi yang masif juga diyakini dapat berkontribusi terhadap peningkatan produk domestik bruto (PDB) Indonesia, khususnya dari sektor ekonomi kreatif dan manufaktur fesyen.

Stephen optimistis konsep Where Legacy Meets Future Technology akan membawa WHB melaju lebih cepat di tengah persaingan industri.

Kami berharap pertumbuhan bisnis kami jauh lebih cepat daripada sebelumnya,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *