Wartabuana.com — Lirik yang dulu terdengar seperti mimpi, kini berubah menjadi kenyataan. Band rock asal Bandung, The Changcuters, resmi mengumumkan tur Inggris bertajuk “Berangkat ke UK” yang akan berlangsung pada 12–23 April 2026.
Tur ini bukan sekadar ekspansi panggung internasional, tetapi juga simbol perjalanan dua dekade karier mereka di industri musik Indonesia. Lagu “Hijrah ke London” yang populer sejak 2008 kini benar-benar menemukan maknanya dalam langkah nyata menuju Britania Raya.
Tiga kota besar di Inggris jadi saksi

Dalam tur Inggris The Changcuters 2026, Tria (vokal), Dipa (bass), Qibil (gitar), Alda (gitar), dan Erick (drum) dijadwalkan tampil di tiga kota besar: Newcastle, Edinburgh, dan London.
Pemilihan Inggris bukan tanpa makna. London selama ini menjadi simbol kultur rock dunia—dan juga disebut secara eksplisit dalam lagu mereka. Kini, kota tersebut menjadi panggung aktual bagi band yang dikenal dengan energi rock n’ roll klasik dan gaya retro modern itu.
“Kini, lagu itu tidak lagi berhenti di lirik. Ia menjelma jadi langkah. Menjadi rute. Menjadi sebuah perjalanan yang akhirnya kami jalani,” tulis mereka melalui akun Instagram resmi.
Dari kampus ke panggung internasional

Secara historis, The Changcuters terbentuk pada 2005 dari persahabatan Dipa, Tria, dan Qibil semasa kuliah. Formasi kemudian lengkap dengan bergabungnya Alda dan Erick.
Nama mereka melejit setelah merilis album kedua Mencoba Sukses Kembali, yang melahirkan hit seperti “Racun Dunia”, “I Love You Bibeh”, dan tentu saja “Hijrah ke London”. Lagu-lagu tersebut tak hanya populer di era 2000-an, tetapi juga tetap menjadi anthem konser hingga kini.
Memasuki 2026, mereka dikenal sebagai salah satu band paling solid di Indonesia karena tidak pernah berganti personel—sebuah capaian langka di industri musik yang dinamis.
Konsistensi, krisis, dan identitas kuat
Perjalanan mereka tidak selalu mulus. Sang vokalis, Tria, sempat menghadapi kendala kesehatan yang membuat aktivitas band terganggu. Namun, mereka berhasil melewati fase tersebut tanpa kehilangan identitas musikal.
Gaya panggung khas—rambut klimis, jaket rapi, celana ketat, dan aura rock n’ roll Inggris era 60-an—tetap menjadi identitas visual yang melekat kuat di benak penggemar.
Tur “Berangkat ke UK” sekaligus menjadi jawaban atas jargon panggung legendaris mereka: “Captain Qibil, berangkat!” yang kerap menggema di setiap konser. Kali ini, kalimat itu bukan sekadar seruan energi di atas panggung, melainkan perintah yang benar-benar dijalankan.
Momentum 20 tahun yang simbolik

Tur Inggris ini menjadi perayaan 20 tahun eksistensi The Changcuters—sebuah tonggak penting bagi band yang konsisten menjaga karakter musiknya di tengah perubahan tren.
Lebih dari sekadar konser, langkah ke Newcastle, Edinburgh, dan London adalah manifestasi bahwa imajinasi dalam lirik bisa berkembang menjadi perjalanan historis. Dari Bandung ke Inggris, dari ruang latihan kampus ke panggung internasional—The Changcuters membuktikan bahwa rock n’ roll bukan hanya gaya, tetapi visi yang dijalani. (©SR / artwork: Ig@thechangcuters)













