Wartabuana.com — Upaya memperkuat ekonomi kelompok prasejahtera terus menjadi perhatian serius pemerintah dan sektor keuangan. Hal ini tercermin dari apresiasi Group CEO BRI, Hery Gunardi, terhadap kinerja PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang dinilai konsisten menciptakan nilai ekonomi sekaligus dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat ultra mikro di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PNM 2026 yang digelar pada 2 Februari 2026, sekaligus menjadi momentum penegasan agenda besar transformasi ekosistem ultra mikro (UMi) di bawah Holding UMi bersama BRI dan Pegadaian.
PNM Hadir di Lebih dari 60 Ribu Desa, Layani 22,9 Juta Nasabah
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengungkapkan, hingga saat ini jangkauan layanan PNM telah hadir di 60.250 desa dan kelurahan dari total sekitar 84.000 desa/kelurahan di Indonesia.
PNM kini melayani 22,9 juta nasabah, yang secara rutin mengikuti Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) bersama Account Officer (AO) sebagai bagian dari pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Proporsi nasabah yang semakin besar menuntut PNM untuk terus menguatkan layanan, agar misi pemberdayaan dan akses permodalan dapat semakin mudah, efektif, dan tepat guna,” ujar Arief.
Minimal Rp1 Miliar per Desa, Dampak Langsung ke Keluarga Prasejahtera
Arief menambahkan, setiap tahunnya PNM menyalurkan dana minimal Rp1 miliar di setiap desa, yang dampaknya dirasakan langsung oleh anggota keluarga prasejahtera.
Pendekatan ini menegaskan peran PNM bukan semata sebagai lembaga pembiayaan, melainkan juga agen pembangunan sosial, yang terus berkomitmen melakukan transformasi melalui re-modeling proses bisnis.
BRI: 26 Tahun PNM Jalankan Mandat Negara
Dalam kesempatan yang sama, Group CEO BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa selama 26 tahun, PNM telah menjalankan mandat negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia, khususnya kelompok prasejahtera.
“Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia, khususnya prasejahtera, secara berkelanjutan,” kata Hery.
Digitalisasi dan SDM Jadi Kunci Penguatan Pemberdayaan
Hery juga menekankan pentingnya penguatan digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM, serta konsistensi Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) sebagai fondasi PNM dalam memperluas dampak pemberdayaan.
“Digitalisasi dan pertemuan kelompok mingguan perlu terus didorong, dan harus didukung oleh pengembangan SDM yang berkualitas,” tambahnya.
Komitmen Berlanjut Lewat #PNMuntukUMKM
Mengusung tagar #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, program ini menjadi kelanjutan dari inisiatif sebelumnya bertajuk #CariTauLangkahBaru, yang bertujuan memperluas dampak pemberdayaan serta membina nasabah unggulan agar naik kelas dan semakin berkembang secara berkelanjutan.













