Wartabuana.com — Membuka awal tahun dengan nuansa emosional yang hangat, Eńau resmi merilis single terbaru berjudul “Sesi Potret”, sebuah karya kolaborasi bersama Ari Lesmana. Bukan sekadar proyek musik biasa, lagu ini menjadi kolaborasi pertama keduanya sebagai saudara kandung—sebuah ruang dialog batin yang jujur tentang perasaan, penerimaan, dan proses berdamai dengan diri sendiri.
Bagi Eńau, yang memiliki nama asli Putra Lesmana, Sesi Potret merupakan karya yang lahir dari kedekatan emosional paling personal, sesuatu yang jarang ia hadirkan dalam rilisan sebelumnya.
Kolaborasi Sedarah dengan Perspektif Emosi Berbeda
Dikenal lewat lirik-lirik reflektif dan emosional, Eńau memilih jalur kolaborasi sedarah untuk menyampaikan satu cerita dari dua sudut pandang berbeda. Kehadiran Ari Lesmana memberi dimensi baru pada lagu ini, menciptakan harmoni yang saling melengkapi secara emosional.
“Sesi Potret” ditulis pada awal November 2025, terinspirasi dari berbagai kisah yang terjadi di sekitar Eńau. Lagu ini merekam spektrum emosi manusia—mulai dari duka kehilangan, rasa bersalah, penyesalan, hingga kerinduan mendalam yang tak sempat terucap.
Tentang Waktu yang Datang Tanpa Aba-aba

Lebih dari sekadar lagu, Sesi Potret hadir sebagai pengingat tentang waktu yang kerap berlalu tanpa permisi. Eńau menyampaikan pesan kuat agar tidak menunda perhatian dan kasih sayang kepada orang-orang terdekat.
“Lagu ini pengingat soal waktu bersama orang-orang tercinta, karena sering kali gengsi membuat kita menunda perjumpaan atau pelukan hangat,” ujar Eńau dalam keterangannya, Jumat (30/1).
Menurutnya, waktu adalah sesuatu yang tak bisa diulang, sehingga keberanian untuk hadir dan peduli menjadi kunci utama pesan lagu ini.
Produksi Hangat dengan Sentuhan Personal
Dalam proses produksinya, Eńau menggandeng Kevin Pangestu sebagai produser, sebelum akhirnya mengajak Ari Lesmana terlibat sebagai kolaborator. Perpaduan tersebut menghasilkan aransemen yang terasa intim, sederhana, namun sarat emosi—menegaskan karakter Sesi Potret sebagai lagu yang tumbuh dari kejujuran.
Kolaborasi ini tak hanya mempertemukan dua musisi dalam satu karya, tetapi juga menyatukan ikatan keluarga dalam bahasa musik yang tulus dan menyentuh.
Penanda Awal Tahun yang Reflektif

Dengan Sesi Potret, Eńau dan Ari Lesmana membuka tahun ini dengan karya yang mengajak pendengar berhenti sejenak, menengok kembali hubungan dengan diri sendiri dan orang-orang tercinta. Lagu ini menjadi pengingat bahwa perhatian kecil dan kehadiran hangat sering kali lebih berharga daripada kata-kata yang terlambat diucapkan.
Single “Sesi Potret” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, siap menemani momen refleksi pendengarnya.













