Wartabuana.com — Popularitas buku memoar Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah karya Aurelie Moeremans membawa dua sisi yang kontras. Di satu sisi, karya tersebut viral dan diunduh hingga 23 juta kali. Namun di sisi lain, Aurelie justru harus menghadapi tekanan berupa ancaman, intimidasi, hingga serangan buzzer di media sosial.
Bintang film Story of Kale itu mengungkapkan, sejak bukunya ramai diperbincangkan publik, akun media sosialnya dipenuhi pesan intimidatif dari pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan isi memoarnya.
Trauma Lama Kembali Terasa
Aurelie mengaku, rentetan ancaman itu membangkitkan ketakutan lama yang pernah ia alami semasa SMA, meski peristiwa tersebut sudah berlalu 16 tahun silam.
“Walaupun sudah lama banget, sampai sekarang rasanya tokoh yang ada di buku ini masih memantau setiap langkah aku,” ujar Aurelie.
Perasaan diawasi dan terintimidasi itu kembali muncul seiring viralnya buku yang mengisahkan kepingan pahit masa mudanya.
Diserang Lewat Live Streaming
Istri Tyler Bigenho ini juga mengungkap adanya pihak yang sengaja melakukan siaran langsung di media sosial dengan narasi yang menyudutkannya. Menurut Aurelie, banyak penonton live tersebut tidak memahami akar persoalan yang sebenarnya.
“Banyak yang nonton tapi nggak tahu masalahnya apa,” ucapnya.
Situasi ini, kata Aurelie, semakin memperkeruh suasana dan memicu kesalahpahaman di ruang publik.
Dugaan Penggunaan Jasa Buzzer
Tak berhenti di situ, Aurelie juga mengaku mendapat informasi bahwa ada pihak yang menggunakan jasa buzzer untuk menjatuhkan namanya. Informasi tersebut ia peroleh langsung dari influencer hingga buzzer yang mengetahui praktik tersebut.
Meski demikian, Aurelie menegaskan serangan itu tak membuatnya goyah.
“Aku santai banget. Mau bayar buzzer berapa pun nggak ngaruh. Orang Indonesia sekarang sudah lebih mengerti,” ujarnya.
Ia pun merasa tidak lagi sendirian karena banyak dukungan datang dari publik.
Langkah Hukum Masih Terbuka
Aurelie menegaskan, dirinya tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum apabila intimidasi dan ancaman terus berlanjut. Ia mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan pihak pemerintah terkait situasi yang dihadapinya.
“Kalau ancaman dan intimidasi tetap berlanjut, mungkin aku nggak bisa diam aja seperti dulu,” tegasnya.
Sebelumnya, Aurelie sempat mempertimbangkan langkah hukum, namun mengurungkannya karena khawatir situasi justru semakin memburuk, baik secara psikologis maupun finansial.
“Aku takut kalau dia keluar malah makin serem, atau aku malah terbebani biaya ini-itu,” ungkapnya.
Pilih Bangkit dan Melangkah
Kini, dengan dukungan publik yang semakin kuat, Aurelie Moeremans memilih untuk bangkit dan tidak lagi memendam ketakutan sendirian. Baginya, Broken Strings bukan sekadar buku, melainkan simbol keberanian untuk berdamai dengan masa lalu dan melangkah ke depan.













