Wartabuana.com — Gelombang kemarahan suporter Manchester United kembali mencapai titik didih. Menjelang laga kandang melawan Fulham di Old Trafford, kelompok suporter garis keras The 1958 mengumumkan rencana demonstrasi besar-besaran yang diprediksi menjadi aksi protes terbesar sepanjang sejarah klub.
Tak hanya keluarga Glazer yang kembali menjadi sasaran utama, untuk pertama kalinya secara terbuka amarah pendukung Setan Merah juga diarahkan kepada Sir Jim Ratcliffe, pemilik minoritas yang kini memegang kendali operasional sepak bola Manchester United.
Demonstrasi Diprediksi Lebih Besar dari Aksi Mei
The 1958 mengklaim jumlah peserta aksi kali ini bisa menembus angka lebih dari 6.000 orang, melampaui demonstrasi pada Mei lalu yang melibatkan sekitar 5.000 suporter. Aksi tersebut direncanakan berlangsung sebelum kick-off laga kontra Fulham.
Menariknya, protes ini muncul di tengah jadwal padat United yang lebih dulu harus menghadapi Arsenal di Stadion Emirates. Namun, bagi para pendukung, persoalan di luar lapangan kini jauh lebih mendesak dibanding hasil pertandingan.
Bukan Sekadar Soal Hasil, Tapi Soal Kepemilikan
Menurut The 1958, masalah Manchester United bersifat struktural dan berakar pada model kepemilikan klub. Keluarga Glazer, yang menguasai MU sejak 2005, terus dikritik karena beban utang, kebijakan finansial, dan stagnasi prestasi.
Situasi semakin rumit setelah Sir Jim Ratcliffe mengakuisisi 27,7 persen saham MU senilai £1,6 miliar. Alih-alih membawa angin segar, kehadiran Ratcliffe justru dinilai memperpanjang krisis kepercayaan.
The 1958: “Sudah 21 Tahun Terlalu Lama”
Dalam pernyataan keras yang dikutip dari Mirror, juru bicara The 1958 meluapkan kekecewaan mendalam.
“Dua puluh satu tahun tumpukan utang, salah urus, dan keserakahan finansial adalah 21 tahun yang terlalu lama. Sudah cukup.”
Kritik pun langsung diarahkan kepada Ratcliffe.
“Kami tidak akan bersekongkol. Jim Ratcliffe, Anda telah memilih pihak Anda, dan itu bukan pihak kami. Anda kini berdiri bahu-membahu dengan keluarga Glazer.”
Ratcliffe Disorot, Janji Dinilai Tak Terwujud
Nada kritik semakin tajam saat Ratcliffe dinilai gagal membawa perubahan nyata.
“Bagi banyak orang, Anda tampak seperti badut, terhuyung-huyung dari satu bencana ke bencana lainnya di salah satu institusi sepak bola terbesar di dunia.”
The 1958 juga menyoroti proyek stadion baru yang sebelumnya dijanjikan sebagai simbol kebangkitan, namun kini justru dianggap sebagai bahan ejekan.
Kesabaran Habis, Harapan Palsu Berulang
Kelompok suporter ini mengungkapkan bahwa mereka sempat memberi waktu kepada Ratcliffe di awal musim. Namun, hasilnya dinilai nihil.
“Waktu itu telah disia-siakan. Situasinya justru lebih buruk.”
Mereka juga menolak anggapan bahwa kemenangan di lapangan dapat menutupi masalah mendasar.
“Kami mengalahkan City, tetapi satu kemenangan tidak menjamin kesuksesan.”
Bukan Carrick, Bukan Pemain
The 1958 menegaskan bahwa aksi ini bukan ditujukan kepada pelatih atau pemain.
“Ini bukan tentang Carrick dan hasil pertandingan. Ini tentang kepemilikan kami.”
Menurut mereka, Manchester United terus terjebak dalam siklus harapan palsu yang tak pernah benar-benar berujung pada perubahan nyata.
Menuju Aksi Terbesar dalam Sejarah MU
Aksi protes saat laga kontra Fulham diproyeksikan menjadi demonstrasi terbesar yang pernah terjadi di Old Trafford, sekaligus menjadi protes resmi pertama terhadap Sir Jim Ratcliffe sejak ia masuk dalam struktur kepemilikan klub.
Bagi The 1958, sejarah telah cukup memberi bukti bahwa tanpa perubahan kepemilikan, Manchester United akan terus berjalan di tempat—atau bahkan mundur.













