RAGAM

200 Lebih Guru Al-Qur’an di Bogor Ikuti Pra-Standarisasi, Ada Apa?

0
×

200 Lebih Guru Al-Qur’an di Bogor Ikuti Pra-Standarisasi, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | Lebih dari 200 guru Al-Qur’an dari PAUDQu dan berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an di Bogor dan sekitarnya mengikuti Pra-Standarisasi Guru Pengajar Al-Qur’an, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kompetensi sekaligus mempersiapkan pendidik menuju sertifikasi.

Kegiatan yang digelar DPC IPPAQI Kabupaten Bogor tersebut dihadiri Ketua DPC IPPAQI Kabupaten Bogor Imron Rosyadi, Pembina IPPAQI Abdul Rasyid, Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kabupaten Bogor Robi Syamsi, serta Kasubdit Pendidikan Al-Qur’an Kementerian Agama Aziz Syafiuddin.

Guru Al-Qur’an Tak Cukup Hanya Bisa Membaca

Pembina IPPAQI Abdul Rasyid menyoroti pentingnya guru memahami standar di balik kemampuan membaca Al-Qur’an. Menurutnya, kemampuan membaca dengan baik perlu disertai pemahaman mengenai kaidah yang membuat bacaan tersebut dinilai benar.

Banyak guru yang bagus bacaannya, tetapi tidak tahu mengapa bacaannya dianggap baik,” ungkap Abdul Rasyid.

Ia menilai standardisasi dapat membantu guru mengenali kemampuan sekaligus kekurangannya. Dengan begitu, pendidik tidak hanya mampu mengajarkan bacaan, tetapi juga dapat melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.

Standardisasi Jadi Bagian dari Jaminan Mutu

Kasubdit PD Pontren Kementerian Agama Aziz Syafiuddin menilai kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas lembaga pendidikan Al-Qur’an, termasuk PAUDQu.

Menurutnya, standardisasi bukan sekadar mengejar sertifikat atau pengakuan formal. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jaminan mutu pendidikan Al-Qur’an agar pembelajaran ditangani pendidik yang memiliki kompetensi sesuai standar.

Di tengah bertambahnya lembaga pendidikan Al-Qur’an dan meningkatnya harapan masyarakat terhadap kualitas pembelajaran, sertifikasi kompetensi melalui skema BNSP dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat profesionalisme guru.

Bukan Sekadar Mengejar Sertifikat

Ketua panitia Ahmad Jaeni menegaskan, Pra-Standarisasi tidak berhenti pada target sertifikasi. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari gerakan membangun guru Al-Qur’an yang kompeten, profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.

Dengan demikian, perjalanan menuju standardisasi bukan hanya tentang mendapatkan pengakuan kompetensi, tetapi juga memastikan guru terus berkembang dan mampu memberikan pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas bagi peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *