Mbah WP
Mbah WP
SELEBRITIS

Via Vallen Murka Usai Jadi Korban Body Shaming, Tegaskan Prioritaskan Bayi daripada Bentuk Tubuh

×

Via Vallen Murka Usai Jadi Korban Body Shaming, Tegaskan Prioritaskan Bayi daripada Bentuk Tubuh

Share this article

Wartabuana.com | Penyanyi dangdut Via Vallen akhirnya buka suara setelah menjadi sasaran body shaming di media sosial. Baru tiga bulan menjalani masa pemulihan usai melahirkan anak keduanya, pelantun lagu Sayang itu mengaku terkejut melihat masih banyak orang yang dengan mudah mengomentari bentuk tubuh seorang ibu yang sedang dalam masa menyusui.

Lewat unggahan di akun media sosial pribadinya, Via meluapkan rasa kesal sekaligus kecewanya terhadap komentar-komentar yang menuntut dirinya segera kembali langsing setelah melahirkan.

Aku masih speechless sama orang-orang yang sempat-sempatnya body shaming sama ibu yang baru 3 bulan lalu melahirkan,” tulis Via Vallen.

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian publik dan memicu diskusi tentang pentingnya empati terhadap perempuan yang sedang menjalani masa pemulihan pasca persalinan.

Prioritaskan kebutuhan anak daripada mengejar tubuh ideal

Bagi Via, kondisi tubuhnya saat ini merupakan hal yang wajar. Terlebih, ia masih menjalani proses menyusui secara penuh untuk kedua anaknya melalui metode Direct Breastfeeding (DBF) atau menyusui langsung dari ibu ke bayi.

Pedangdut asal Sidoarjo itu menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukanlah menurunkan berat badan, melainkan memastikan kebutuhan nutrisi buah hatinya terpenuhi dengan baik.

Aku seorang ibu yang menyusui 2 anak, bahkan full DBF. Jadi gimana ceritanya disuruh diet biar kurusan?” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi jawaban atas berbagai komentar yang menyarankan dirinya menjalani diet demi mendapatkan bentuk tubuh ideal dalam waktu singkat.

Via Vallen khawatir diet dapat mengganggu produksi ASI

Istri Chevra Yolandi itu menjelaskan bahwa menjalani diet ketat bukanlah pilihan yang tepat bagi ibu menyusui. Menurutnya, pembatasan asupan makanan berisiko memengaruhi produksi ASI yang sangat dibutuhkan bayi.

Karena itu, Via memilih mengutamakan kesehatan dirinya dan kebutuhan sang anak dibanding memenuhi standar kecantikan yang kerap dibentuk media sosial.

Diet = asupan ASI-ku bisa berkurang, bahkan mungkin mampet. Terus anakku makan dari mana kalau ASI-nya nggak mampu mencukupi kebutuhannya?” tegasnya.

Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari banyak penggemar yang menilai kesehatan ibu dan bayi seharusnya menjadi prioritas utama dibanding penampilan fisik semata.

Sindiran menohok untuk netizen yang kurang empati

Di akhir curahan hatinya, Via Vallen tak bisa menyembunyikan keheranannya terhadap sikap sebagian netizen yang dinilai kurang memiliki empati terhadap perjuangan seorang ibu baru.

Menurutnya, proses melahirkan dan menyusui bukanlah hal yang mudah. Karena itu, komentar negatif terkait bentuk tubuh justru dapat menambah tekanan psikologis bagi para ibu yang sedang beradaptasi dengan perubahan besar dalam hidup mereka.

Heraaan, pada jahat-jahat banget cangkemnya (mulutnya) yaa,” pungkas Via.

Body shaming ibu pasca melahirkan masih menjadi masalah

Kasus yang dialami Via Vallen kembali mengingatkan bahwa body shaming terhadap perempuan, khususnya ibu pasca melahirkan, masih sering terjadi di ruang digital. Padahal, perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan merupakan proses alami yang dialami banyak perempuan.

Respons Via pun menuai simpati luas karena dianggap mewakili suara para ibu yang kerap menghadapi tekanan sosial untuk segera kembali ke bentuk tubuh sebelum hamil. Di tengah kritik yang datang, Via memilih tetap fokus menjalani perannya sebagai ibu dan memberikan yang terbaik bagi kedua buah hatinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *