Mbah WP
Mbah WP
NASIONAL

Transisi Ramadan 1447 H di Bundaran HI, Pramono Anung dan Rano Karno Satukan Semangat Imlek dan Ramadan dalam “Double Blessing”

×

Transisi Ramadan 1447 H di Bundaran HI, Pramono Anung dan Rano Karno Satukan Semangat Imlek dan Ramadan dalam “Double Blessing”

Share this article

Wartabuana.com — Perpaduan barongsai dan rampak bedug mewarnai langit malam ibu kota saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Transisi Ramadan 1447 Hijriah di kawasan ikonik Bundaran Hotel Indonesia, Selasa (17/2). Momentum ini menjadi simbol harmonisasi antara perayaan Imlek dan datangnya Bulan Suci Ramadan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Gubernur Rano Karno, hadir langsung dalam acara bertema “Double Blessing: Chinese New Year dan Ramadan Kareem”. Kegiatan ini menandai transisi dari Tahun Baru Imlek menuju hari pertama Ramadan 1447 H, sekaligus mempertegas wajah Jakarta sebagai kota multikultural.

Simbol Harmoni di Jantung Ibu Kota

Wakil Gubernur Rano Karno menyebut, hadirnya dua momentum besar secara bersamaan merupakan keberkahan bagi warga Jakarta.

Hadirnya dua momentum besar secara bersamaan ini merupakan keberkahan. Mudah-mudahan Ramadan dapat kita mulai dengan penuh keberkahan dan kita jaga bersama persatuan di tengah keberagaman,” ujarnya.

Acara ini dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan representasi nyata persatuan dalam keberagaman. Perayaan Imlek yang identik dengan budaya Tionghoa berpadu dengan semangat religius menyambut Ramadan, menciptakan pengalaman visual dan emosional yang kuat bagi masyarakat.

Dari Barongsai hingga Pawai Obor Elektrik

Transisi Ramadan 1447 H dimeriahkan ragam pertunjukan seni budaya Nusantara bernuansa Islami. Tampil Tari Rantoh Jaroe dari Aceh, Tari Randai dari Sumatera Barat, Rampak Bedug dari Banten, hingga Tari Zapin Betawi.

Nuansa Imlek tetap terasa melalui atraksi barongsai dan liong yang memeriahkan suasana sejak siang hari. Kolaborasi budaya ini memperlihatkan bahwa Jakarta mampu merayakan perbedaan dalam satu panggung kebersamaan.

Tak kalah mencuri perhatian, sebanyak 400 anak mengikuti Pawai Obor Elektrik menyambut Ramadan. Mereka berjalan membawa obor elektrik, menciptakan panorama cahaya yang memikat di sekitar Bundaran HI.

“Selain barongsai dan liong, ada juga Pawai Obor Elektrik oleh 400 anak yang membawa obor elektrik untuk menyambut Ramadan,” kata Rano.

Menuju Ikon Pembuka Ramadan dan 500 Tahun Jakarta

Pemprov DKI berharap Transisi Ramadan dapat menjadi ikon tahunan pembuka Ramadan di Jakarta. Ke depan, konsep acara ini akan dikemas lebih besar, seiring menyongsong 500 tahun Jakarta.

Tak hanya mengedepankan sisi budaya dan religius, pemerintah juga menyiapkan dampak ekonomi melalui program diskon di sejumlah pusat perbelanjaan sepanjang Ramadan hingga Lebaran. Langkah ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Dengan konsep kolaboratif antara budaya Tionghoa dan tradisi Islami, Transisi Ramadan 1447 H menjadi bukti bahwa Jakarta tidak hanya merayakan pergantian bulan suci, tetapi juga merawat toleransi sebagai fondasi kehidupan kota metropolitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *