Wartabuana.com | Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat ambisi menjadikan ibu kota sebagai kota sinema (cinema city) dan salah satu pusat industri perfilman masa depan di Asia Tenggara. Salah satu langkah strategisnya ialah memperluas kerja sama dengan industri film Amerika Serikat melalui Motion Picture Association (MPA).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan hal tersebut dalam acara Indonesia Success Stories & MPA American Film Night di Park Hyatt Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi industri perfilman Indonesia.
Rano mengapresiasi dukungan MPA terhadap visi Jakarta dalam mengembangkan ekosistem perfilman yang mampu bersaing di tingkat global.
Menurutnya, kemitraan internasional diperlukan untuk memperkuat berbagai aspek industri film, mulai dari kemudahan produksi dan akses pembiayaan hingga distribusi karya ke pasar global.
Perizinan hingga Investasi Jadi Fokus Pengembangan
Upaya menjadikan Jakarta sebagai destinasi produksi film juga diperkuat melalui Jakarta Film Summit 2026 yang berlangsung pada 20–21 Oktober. Forum tersebut membahas penyederhanaan perizinan, peluang investasi, pendanaan, serta pengembangan produksi dan distribusi film.
Sementara itu, Jakarta Film Commission (JFC) memperkenalkan potensi lokasi syuting melalui program Jakarta Scouting Days. Inisiatif ini diharapkan membantu produser menemukan lokasi yang sesuai sekaligus meningkatkan daya tarik Jakarta bagi produksi film nasional maupun internasional.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang lebih terintegrasi, dari tahap praproduksi hingga distribusi.
Jakarta Film Week 2026 Hadirkan 157 Film dari 59 Negara
Penguatan industri perfilman Jakarta juga terlihat melalui penyelenggaraan Jakarta Film Week 2026. Festival ini menghadirkan 157 film dari 59 negara, disertai berbagai program pengembangan kapasitas sineas, termasuk kelas master (masterclass) yang dipandu bintang laga legendaris Hong Kong, Sammo Hung.
Rano menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperluas dukungan bagi industri perfilman, termasuk melalui insentif untuk film nasional, promosi, dan perluasan akses distribusi.
Kerja sama dengan MPA diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi sineas Indonesia untuk menjangkau jaringan industri Amerika Serikat.
Selain memperkuat posisi Jakarta di peta perfilman dunia, langkah ini juga berpotensi mendorong investasi, pertumbuhan ekonomi kreatif, serta penciptaan lapangan kerja di sektor film dan industri pendukungnya.
Acara tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS Joy M. Sakurai, serta perwakilan MPA Asia Pasifik Trevor Fernandes.
